<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>mentoring sma 11 yogyakarta</title>
	<atom:link href="http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com</link>
	<description>menuju generasi Robbani</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Mar 2011 18:11:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mentoringsma11jogja.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>mentoring sma 11 yogyakarta</title>
		<link>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/osd.xml" title="mentoring sma 11 yogyakarta" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kebangkitan Umat Islam</title>
		<link>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/2011/03/22/kebangkitan-umat-islam/</link>
		<comments>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/2011/03/22/kebangkitan-umat-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Mar 2011 18:11:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>insansma11</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Mentoring]]></category>
		<category><![CDATA[adh-dho fu]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Intishar]]></category>
		<category><![CDATA[Alloh]]></category>
		<category><![CDATA[ash-shiraa u]]></category>
		<category><![CDATA[az-zuaamah]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kebangkitan]]></category>
		<category><![CDATA[kelemahan]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[pertarungan]]></category>
		<category><![CDATA[pertolongan]]></category>
		<category><![CDATA[umat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kebangkitan suatu bangsa di dunia selalu bermula dari kelemahan. Sesuatu yang sering membuat orang percaya bahwa kemajuan yang mereka capai kemudian adalah sebentuk kemustahilan. Tapi, di balik anggapan kemustahilan itu, sejarah sesungguhnya telah mengajarkan kepada kita bahwa kesabaran, keteguhan, kearifan, dan ketenangan dalam melangkah telah mengantarkan bangsa-bangsa lemah itu merangkak dari ketidakberdayaan menuju kejayaan.&#8221; (Hasan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentoringsma11jogja.wordpress.com&#038;blog=15263931&#038;post=96&#038;subd=mentoringsma11jogja&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Kebangkitan suatu bangsa di dunia selalu bermula dari kelemahan. Sesuatu yang sering membuat orang percaya bahwa kemajuan yang mereka capai kemudian adalah sebentuk kemustahilan. Tapi, di balik anggapan kemustahilan itu, sejarah sesungguhnya telah mengajarkan kepada kita bahwa kesabaran, keteguhan, kearifan, dan ketenangan dalam melangkah telah mengantarkan bangsa-bangsa lemah itu merangkak dari ketidakberdayaan menuju kejayaan.&#8221;</p>
<p>(Hasan Al-Banna; Risalah Ila Ayyu Syain Nad u An-Naas.)<br />
<span id="more-96"></span><br />
Dalam sejarah kehidupan bangsa-bangsa, kebangkitan dan kemajuan adalah sebuah keniscayaan yang mesti diyakini. Namun, kelemahan yang sedang mengungkung suatu bangsa seringkali memicu keputusasaan sehingga bayang-bayang ketidakpastian dan kemustahilan menjadi begitu kuat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Realitas kejiwaan masyarakat inilah yang ingin didobrak oleh Hasan Al-Banna, dengan salah satu ungkapannya: &#8220;Inna haqaiqa al-yaumi hiya ahlamu al-amsi, wa ahlama al-yaumi haqaiqu al-ghadi (Sesungguhnya kenyataan hari ini adalah mimpi kemarin, dan mimpi hari ini akan menjadi kenyataan esok hari).&#8221;</p>
<p>Di atas keyakinan ini, Hasan Al-Banna menyodorkan perpektif baru dalam menatap kebangkitan. Bahwa, kehancuran material adalah indikasi fenomenalogis yang zhahir dari kelemahan suatu bangsa, sementara akar penyebab kelemahan yang sebenarnya ada pada kehancuran jiwa masyarakatnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ini yang secara kuat dicemaskan oleh Abul Hasan An-Nadwi dengan ucapannya, &#8220;Kemanusiaan sedang ada dalam sakratul maut.&#8221; (Abul Hasan An-Nadwi, Madza Khasira al-Alam bi Inkhithathi al-Muslimin , 1969).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bahkan, kecemasan dunia modern yang digjaya seperti Amerika misalnya, juga terletak di sini. Laurence Gould pernah mengingatkan publik Amerika, &#8220;Saya tidak yakin bahaya terbesar yang mengancam masa depan kita adalah bom nuklir. Peradaban AS hancur ketika tekad mempertahankan kehormatan dan nilai-nilai moral dalam hati nurani warga kita telah mati.&#8221; (Hamilton Howze, The Tragic Descent: America in 2020 , 1992).</p>
<p>Dari pemahaman inilah, Hasan Al-Banna menyimpulkan bahwa pilar kekuatan utama untuk bangkit adalah kesabaran (ash-shabru), keteguhan (ats-tsabat), kearifan (al-hikmah), dan ketenangan (al-anat) yang kesemuanya menggambarkan kekuatan kejiwaan (al-quwwah an-nafsiyah) suatu bangsa. &#8220;Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah kondisi kejiwaannya” (QS. 13:11)</p>
<p>Transisi politik merupakan titik-berangkat (muntholaq) untuk membangun kembali umat. Kepada para pelaku perubahan (anashir at-taghyir), Hasan Al-Banna mengingatkan dua pandangan dasar (an-nadhoriyah al-asasiyah) yang mesti dipegang teguh. Pertama, sekalipun jalan ini sangat panjang dan berliku, tetapi tidak ada pilihan lain selain ini. Kedua, bahwa seorang pekerja pertama kali harus bekerja menunaikan kewajibannya, baru kemudian boleh mengharap hasil kerjanya.</p>
<p>Dalam proses pembangunan kembali umat, Hasan Al-Banna menyimpulkan adanya lima babak yang akan dilalui. Kesimpulan ini berangkat dari analisa sejarah perjalanan bangsa-bangsa dan upaya memahami arahan-arahan Rabbani (taujihat rabbaniyah). Apa kelima babakan itu?</p>
<p><strong>1. Kelemahan (adh-dho fu). </strong></p>
<p>Faktor utama kelemahan adalah terjadinya kesewenang-wenangan rezim kekuasaan yang tiranik. Kekuasaan inilah yang memporak-porandakan sendi-sendi kehidupan masyarakat dan memberangus potensi-potensi kebaikannya dengan dalih kepentingan kekuasaan. &#8220;Sesungguhnya Firaun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah-belah, dengan menindas segolongan dari mereka, membunuh anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Firaun termasuk orang yang membuat kerusakan.&#8221; (QS. 28:4) Itulah sebabnya tujuan pertama transisi politik menurut Al-Banna adalah membebaskan umat dari belenggu penindasan dalam kehidupan politik.</p>
<p><strong>2. Kepemimpinan (az-zuaamah). </strong></p>
<p>Sejarah perubahan menunjukkan bahwa upaya bangkit kembali dari kehancuran membutuhkan seorang pemimpin yang kuat. Kepemimpinan ini mesti muncul pada dua wilayah, yaitu pemimpin di tengah-tengah masyarakat (az-zuaamah ad-da wiyah) yang menyeru kepada kebaikan dan pemimpin pemerintahan (az-zuaamah as-siyasiyah) yang sejatinya muncul atau menjadi bagian dari mata rantai barisan penyeru kebaikan itu. &#8220;Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi஦quot; (QS. 24:55). Ini artinya kekuatan-kekuatan Islam mesti mempersiapkan diri secara sistematis, sehingga masa transisi politik menjadi kesempatan untuk meneguhkan kepemimpinan dakwah dan untuk meraih kepemimpinan politik. Inilah tantangan sekaligus rintangan terberat kaum muslimin pada hari ini.</p>
<p><strong>3. Pertarungan (ash-shiraa u) </strong></p>
<p>Ketika suatu bangsa memasuki masa transisi politik, Al-Banna mengingatkan akan muncul dan maraknya berbagai kekuatan ideologis yang lengkap dengan tawaran sistem dan para penyerunya. Akan terjadi kompetisi terbuka untuk menanamkan pengaruh, meraih dukungan dan memperebutkan kekuasaan.</p>
<p>Ada dua karakter dasar ideologi-ideologi kuffar. Pertama, secara hakiki ia berlawanan dengan ideologi Islam. Dan kedua, untuk menjamin eksistensinya di muka bumi, ideologi-ideologi kuffar itu akan berupaya menghancurkan ideologi Islam. Pertarungan terberat adalah pada upaya untuk membebaskan diri dari mentalitas, sikap, perilaku dan budaya yang sudah terkooptasi oleh ideologi materialisme-sekuler. Pertarungan ini tidak bisa dimenangkan dengan kekuatan senjata, tetapi dengan bangunan keimanan baru yang memantulkan izzah (harga diri) umat di hadapan peradaban-peradaban kuffar.</p>
<p><strong>4. Iman (Al-Iman) </strong></p>
<p>Pertarungan ideologi di fase transisi menuju kebangkitan adalah masa-masa ujian berat bagi umat. Pertarungan akan memunculkan dua golongan manusia. Pertama, mereka yang tidak istiqamah dengan cita-cita Islam dan menggadaikan perjuangannya demi keuntungan-keuntungan material. Perjuangan bagi mereka adalah bagaimana mengumpulkan sebanyak-banyaknya perhiasan dunia sesuatu yang tidak mereka miliki sebelumnya. Golongan kedua, adalah mereka yang istiqamah dan iltizam dengan garis dan cita-cita perjuangan.</p>
<p>Besarnya kekuatan musuh justru menambah keimanan mereka dan semakin mendekatkan diri mereka kepada Allah. Inilah golongan yang sedikit, tapi dijanjikan kemenangan oleh Allah. Proses kebangkitan umat tidak akan berjalan tanpa keberadaan mereka; orang-orang yang akan menorehkan garis sejarah panjang perjuangan yang diliputi berbagai keistimewaan dan keajaiban.</p>
<p><strong>5. Pertolongan Allah (Al-Intishar) </strong></p>
<p>Inilah hakikat kemenangan bagi umat, yaitu ketika Allah swt. telah menurunkan pertolongannya untuk mencapai kemenangan sejati. Kemenangan tidak semata diukur oleh terkalahkannya musuh. Tetapi, kemenangan adalah ketika tangan-tangan Allah ikut bersama kita menghancurkan seluruh kekuatan musuh.</p>
<p>Inilah awal tumbuhnya kehidupan baru di mana Allah akan menerangi dengan cahayaNya dan Allah akan menaungi kehidupan umat dengan Keperkasaan dan Kasih-sayangNya. Di sinilah pembalikan keadaan (tabdil) dalam kehidupan akan terjadi. Kemakmuran, keamanan, kedamaian dan keadilan akan menjadi nikmat yang bisa dimiliki setiap makhluk yang mendiami negeri itu.</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmatNya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang besar.&#8221; (QS. Al-Fath: 1-3)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber : Softcopy materi</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mentoringsma11jogja.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mentoringsma11jogja.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mentoringsma11jogja.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mentoringsma11jogja.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mentoringsma11jogja.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mentoringsma11jogja.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mentoringsma11jogja.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mentoringsma11jogja.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mentoringsma11jogja.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mentoringsma11jogja.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mentoringsma11jogja.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mentoringsma11jogja.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mentoringsma11jogja.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mentoringsma11jogja.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentoringsma11jogja.wordpress.com&#038;blog=15263931&#038;post=96&#038;subd=mentoringsma11jogja&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/2011/03/22/kebangkitan-umat-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0feee2574ec60b62d3e6d498dddcb12b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">insansma11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pahlawan untuk Dakwah</title>
		<link>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/2011/03/10/pahlawan-untuk-dakwah/</link>
		<comments>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/2011/03/10/pahlawan-untuk-dakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Mar 2011 09:16:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>insansma11</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Mentoring]]></category>
		<category><![CDATA[Agus Salim]]></category>
		<category><![CDATA[anis matta]]></category>
		<category><![CDATA[Cokroaminoto]]></category>
		<category><![CDATA[Hasan al-Banna]]></category>
		<category><![CDATA[kebangkitan islam]]></category>
		<category><![CDATA[kemenangan islam]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Abduh]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Sayyid Quthub]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Pahlawan mukmin tak akan membuang energi untuk memikirkan seperti apa mereka akan ditempatkan dalam sejarah. Yang mereka pikirkan hanya satu: bagaimana meraih posisi terhormat di sisi Allah swt. -Anis Matta- Tujuan Peserta menyadari kondisi sekolah mereka dalam sudut pandang dakwah Peserta memahami peran mereka untuk Islam dan negara Peserta tergerak untuk berbuat lebih banyak kebajikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentoringsma11jogja.wordpress.com&#038;blog=15263931&#038;post=88&#038;subd=mentoringsma11jogja&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pahlawan mukmin tak akan membuang energi</p>
<p>untuk memikirkan</p>
<p>seperti apa mereka akan ditempatkan</p>
<p>dalam sejarah.</p>
<p>Yang mereka pikirkan hanya satu:</p>
<p>bagaimana meraih posisi terhormat di sisi Allah swt.</p>
<p>-Anis Matta-</p>
<p><span id="more-88"></span></p>
<p><strong>Tujuan</strong></p>
<ol>
<li>Peserta menyadari kondisi sekolah mereka dalam sudut pandang dakwah</li>
<li>Peserta memahami peran mereka untuk Islam dan negara</li>
<li>Peserta tergerak untuk berbuat lebih banyak kebajikan</li>
</ol>
<p><strong>Sejarah Kepahlawanan Islam</strong></p>
<p>Jika para pahlawan adalah anak jaman mereka, maka tentulah mereka membutuhkan potongan-potongan zaman yang merangsang munculnya kepahlawanan mereka. Ada banyak orang baik yang lahir dan mati tanpa pernah menjadi pahlawan; karena ia lahir pada zaman yang lesu.</p>
<p>Begitulah awalnya kesaksian kita; ada banyak potongan zaman yang kosong dari para pahlawan. Zaman kevakuman, zaman tanpa pahlawan. Pada potongan zaman seperti itu mungkin ada orang yang berusaha menjadi pahlawanl tapi usaha itu seperti sebuah teriakan di tengah gurun; gemuruh sejenak, lalu lenyap ditelan sunyi gurun.</p>
<p>Itulah yang terjadi pada saat sebuah peradaban sedang terjun bebas menuju kehancuran atau keruntuhannya. Ambillah contoh setting sejarah Islam. Setelah berakhirnya kekuasaan Daulah Muwahhidin di kawasan Afrika Utara pada penghujung millennium hijriyah pertama, sulit sekali menemukan nama besar dalam sejarah Islam. Siapakah pahlawan yang kita kenal dari generasi abad kesebelas dan keduabelas? Saat itu bertepatan dengan abad kedelapanbelas dan kesembilanbelas hiriyah. Saat itulah penjajahan Eropa atas dunia Islam terjadi.</p>
<p>Para pahlawan Islam baru bermunculan kembali setelah abad ketigabelas hiriyah. Generasi pahlawan yang muncul pada abad ini adalah pahlawan pembaharu Islam. Ada nama Muhammad bin Abdul Wahhab di jazirah Arab. Ada nama Muhammad Abduh, Hasan al-Banna, dan Sayyid Quthub di Mesir. Ada Alkandahlawi di India.</p>
<p>Begitulah mata rantai kepahlawanan pembaharu dimulai; kelesuan zaman mandul telah sampai pada titik nadirnya; kesabaran orang-orang terjajah telah habis, kelemahan orang-orang tertindas telah menjelma jadi kekebalan. Mereka terbangun dari gelap, bergerak dalam ketidakjelasan. Akan tetapi mereka telah bergerak. Ruh kehidupan umat telah kembali.</p>
<p>Sejarah kepahlawanan manusia, dengan demikian, sebenarnya merupakan bagian dari sejarah peradabannya. Ini menjelaskan mengapa lebih banyak pahlawan yang lahir dari peradaban-peradaban besar dan relatif tua. Masyarakat primitif  misalnya, biasanya memiliki nasib yang sama dengan masyarakat dari sebuah perdaban yang baru saja mengakhiri kejayaannya.</p>
<p>Kenyataan inilah yang menjelaskan hubungan timbal balik antara pahlawan dan lingkungannya, tetapi pra pahlawan itu tetap saja meruapakan anak-anak yang lahir dari rahim peradaban. Pahlawan menjadi simbol kekuatan sebuah peradaban, tetapi peradaban member ruang yang luas bagi munculnya para pahlawan itu. Begitu juga sebaliknya. Hilangnya para pahlawan adalah isyarat matinya sebuah peradaban, tetapi runtuhnya sebuah peradaban adalah isyarat hilangnya ruang gerak bagi para pahlawan.</p>
<p>Hubungan antara pahlawan dan lingkungannya, antara tokoh dan peradabannya adalah hubungan yang saling menghidupkan dan saling mematikan.</p>
<p>Hubungan saling menghidupkan dan saling mematikan antara pahlawan dan lingkungannya akan melahirkan kenyataan ini: dalam setiap sejarah peradaban, sebagian besar muncul pada dua potongan masa, satu pada masa kebangkitan, dan satu lagi pada masa kejayaan. Setelah itu, datanglah masa keruntuhan: zaman kevakuman, zaman tanpa pahlawan.</p>
<p><strong>Sejarah Kepahlawanan: Pahlawan Kebangkitan</strong></p>
<p>Apakah yang terjadi pada zaman kebangkitan? Apa pula yang terjadi pada jaman kejayaan? Marilah terlebih dahulu kita memeriksa kenyataan sosial masyarakat manusia pada masa kebangkitannya.</p>
<p>Kekuatan utama yang menggerakkan suatu komunitas pada masa kebangkitan adalah kecemasan. Inilah mata air yang memberikan mereka energi untuk bergerak dan bergerak, melangkah tertatih-tatih sembari bangun dan jatuh, meraba dalam ketidakpastian. Namun, mereka bergerak.</p>
<p>Mereka semua dirundung kecemasan; karena jarak yang terbentang jauh antara harapan dan kenyataan. Mereka ‘merasakan’ jarak yang terbentang jauh itu, maka mereka menjadi cemas, dan kecemasan itulah yang menggerakkan mereka. bolej jadi, sebuah bangsa terjajah dan menderita, tetapi mereka ‘tidak merasakannya’, maka merekatidak cemas, maka mereka tidak bergerak.</p>
<p>Kenyataan inilah yang kita temukan pada masa penjajahan dulu. Bangsa Indonesia dijajah selama 350 tahun. Waktu yang terlalu lama; kesabaran yang sungguh-sungguh luar biasa; sebab penjajahan tidak selalu ‘dirasakan’ sebagai penderitaan. Selama masa-masa yang pahit itu, ada banyak generasi yang merasa tidak sedang menghadapi masalah tertentu, yang merasa bahwa hidupnya baik-baik saja. Meeka mungkin orang-orang shaleh, bekerja, dan berkeluarga, tetapi hidup di bawah kekuasaan penjajah, namun tidak mersakannya sebagai sebuah masalah.</p>
<p>Itulah masalahnya. Senjang antara penderitaan dan perasaan tentang penderitaan itu, sebagian orang merasakannya, tetapi yang lain tidak merasakannya. Yang merasakannya akan didera kecemasan, yang tidak merasakannya akan bersikap dingin terhadapa penderitaan itu. Yang merasakannya biasanya akan bergerak, biasanya juga akan menjadi pahlawan. Yang tidak merasakannya biasanya orang-orang awam, atau kolaborator penjajah, biasanya tidak akan bergerak, sampai arus besar perlawanan datang menghanyutkan mereka.</p>
<p>Begitu kita menyaksikan Cokroaminoto, Agus Salim, dan para pejuang kemerdekaan bergerak melakukan perlawanan; mereka merasakan kesenjangan itu, mereka cemas, maka mereka menjadi pahlawan.</p>
<p>Itulah yang terjadi di seluruh dunia Islam dan Dunia Ketiga selama abad 20 lalu; munculnya para pahlawan kebangkitan, yang menemukan gairah perlawanan dari kecemasan. Sebab, itulah potongan zaman mereka, itu pula permintaan zaman mereka, dan itu pula kehendak zaman mereka.</p>
<p>Karena itulah, ada nama Abdul Hamid bin Badis di Aljazair, Hasan al Banna di Mesir, Izzudin al-Qassam di Palestina, dan demikian seterusnya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Sejarah Kepahlawanan: Pahlawan Kejayaan</strong></p>
<p><strong> </strong>Jika kecemasan merupakan kekuatan utama yang menggerakkan para pahlawan kebangkitan, maka kekuatan apakah yang paling agresif menggerakkan para pahlawan di zaman kejayaan? Jawabannya adalah obsesi kesempurnaan. Penjelasannya seperti ini: pada zaman kejayaan suatu peradaban, kondisi kehidupan masyarakat sudah relatif stabil; ada pemerintahan yang kuat, ada pertahanan dan keamanan yang stabil, ada kemakmuran yang merata secara relatif, ada tingkat kesehatan dan pendidikan yang baik, dan seterusnya. Masyarakat tidak lagi berpikir pada lingkaran kebutuhan pokok dan logistik dasarnya. Karena itu, ada ketenangan, dan dalam ketenangan itu muncul kecenderungan untuk memenuhi kebutuhan intelektual dan spiritual.</p>
<p>Selain dilatari oleh sistem pemenuhan kebutuhan manusia secara bertahap, pengembangan intelektual juga merupakan kesinambungan yang niscaya dari mata rantai perkembangan sebuah peradaban. Lihatlah sejarah Islam misalnya. Perkembangan ilmu pengetahuan yang sangat pesat terjadi pada abad kedua, ketiga, dan keempat. Pada abad pertama energi kaum muslim tercurah untuk kebangkitan awal.</p>
<p>Ini juga yang terjadi di Eropa; masa kebangkitan peradaban dari masa keterpurukan di abad pertengahan terjadi setelah Perang Salib pada abad ketigabelas hingga abad ketujuhbelas. Setelah itu, peradaban Eropa mengalami masa kejayaan pada abad kedelapanbelas hingga abad keduapuluh. Cerita abad dua puluh satu mungkin akan sangat berbeda. Perkembangan ilmu pengetahuan paling pesat terjadi pada tiga abad terakhir ini.</p>
<p>Ketenangan memungkinkan orang menekuni detil-detil, sementara pengembaraan intelektual dan spiritual selalu mendorong orang pada kesempurnaan. Ini menjelaskan tipikal kepahlawanan zaman kejayaan; biasanya terjadi paling banyak pada bidang pemikiran, kebudayaan, seni, dan ilmu pengetahuan, dan pembangunan fisik, serta berorientasi pada spesialisasi yang rumit dan detil, sebagai symbol kesempurnaan.</p>
<p>Kepahlawanan zaman kejayaan didominasi oleh semangat perfeksionalisme dan inovasi. Kepahlawanan dibedakan pada ketekunan dan kreativitas; seperti ketekunan Imam Bukhari dan kawan-kawannya meneliti sanad dan matan hadits, atau kreativitas Imam Syafi’I saat beliau merumuskan kaidah-kaidah ushul fiqh, atau temuan Ibnu Sina dan Ibnu Rusydi dalam bidang kedokteran, atau kedalaman Ibnul Qayyim, Imam Ghazali di bidang akhlak, atau Al Jahiz di bidang sastra, dan seterusnya.</p>
<p>Adapun pembangunan fisik dalam kaitan ini terjadi sebagai bagian dari cara mengekspresikan temuan-temuan itu secara fisik; bahwa kemajuan pemikiran, bahasa, budaya, seni, dan ilmu pengetahuan dengan sendirinya meningkatkan citarasa keindahan, dan itu terekspresi salah satunya dalam pembangunan fisik. Inilah penjelasan untuk Istana Al-Hamra di Spanyol, atau Istana Khilafah Abbasiyah di Baghdad.</p>
<p>Begitulah obsesi kesempurnaan melahirkan ilmu dan meninggikan cita rasa keindahan, dan itulah karya pahlawan zaman kejayaan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Sejarah Kepahlawanan: Di Antara Reruntuhan</strong></p>
<p><strong> </strong>Seperti pada malam-malam yang gelap, biasanya masih selalu tersisa satu dua bintang di langit. Begitulah para pahlawan dalam sejarah peradabannya. Bahkan, ketika sebuah peradaban mulai mendekati senja, menggelinding dari puncak kejayaannya menuju keruntuhannya, masih ada satu dua pahlawan yang tersisa di antara reruntuhan itu.</p>
<p>Para pahlawan yang berdiri tegak di antara reruntuhan peradabannya, yang menyala terang di tengah kegelapan sejarahnya, memang tidak akan pernah mampu menghentikan laju keruntuhan peradabannya, persis seperti sebuah bintang yang tidak akan mampu menerangi langit seluruhnya. Akan tetapi, mereka adalah saksi-saksi sejarah, saksi-saksi Tuhan atas manusia; bahwa ketika umat manusia sedang memasung dirinya sendiri, lantaran dominasi syahwatnya yang biasanya menjadi sebab keruntuhannya, masih ada yang berusaha mengingatkan mereka, masih ada yang berusaha mencegah reruntuhan itu.</p>
<p>Ambillah contoh sejarah Islam. Shalahuddin Al Ayyubi memang berhasil mengusir Kaum Salib dari dunia Islam pada abad ketujuh hijrah. Akan tetapi, ia tidak berhasil mencegah perjalanan sejarah Dunia Islam menuju keruntuhannya setelah itu. Dalam perjalanan menuju keruntuhan itu, masih muncul satu dua pahlawan. Ada Ibnu Hajar al-‘Asqalani pada abad kedelapan hijrah yang menulis 13 jilid buku, <em>Fathul Bari</em>, untuk menjelaskan Shahih Bukhari yan ditulis lima abad sebelumnya.</p>
<p>Lebih dari itu, ada Muhammad al Fatih Murad yang membebaskan Konstantinopel tahun 1453 M dan memulai babak baru penyebaran Islam ke kawasan Eropa Timur. Bahkan, ada Daulatul Murobithin dan Daulatul Muwahhidin di kawasan Afrika Utara pada akhir millennium pertama hijrah.</p>
<p>Namun, semua itu muncul seperti sisa-sisa nafas peradaban; kita tidak sedang berbalik naik ke puncak, kita hanya tersangkut oleh pohon-pohon besar saat kita menggelinding dari puncak kejayaan, atau tersangkut kayu-kayu besar saat kita terseret arus dari sebuah banjir besar. Banjir itu tetap melumat semuanya, walaupun ada satu dua yang selamat.</p>
<p>Para pahlawan itu muncul dan melaksanakan tugasnya dengan baik. Jumlah mereka jauh lebih sedikit dibanding jumlah pahlawan pada masa kebangkitan dan ejayaan. Peran sejarah mereka juga lebih rumit dan spesifik. Bagi peradabannya, mereka hanya berperan mengurangi laju gelinding bola salju keruntuhan, memberi bantuan pernafasan untuk peradabannya yang sedang sekarat.</p>
<p>Akan tetapi, keruntuhan itu sendiri tetap saja niscaya. Itu takdir sejarah yang telah ditetapkan sebagai hokum kehidupan, <em>“Dan itulah hari-hari yang Kami pergilirkan di antara manusia.”</em> Ya, hari-hari kemenangan dan kekalahan, hari-hari kejayaan dan keruntuhan. Di semua hari itu, selalu ada pahlawan. Pertanyaannya kemudian adalah:  di mana zaman apa kita berada dan apa peran kita?</p>
<p><strong>Rebut Takdir Kepahlawanan Itu</strong></p>
<p>Kerisauan kita semua pada masa ini ialah bahwa ketika krisis keteladanan melanda, ”kita justru mengalami kelangkaan pahlawan”. Memang itu sama kita rasakan. Lebih risau lagi jika selanjutnya diperkirakan bahwa dengan demikian telah tampak ’isyarat kematian sebuah zaman keteladanan’. Tapi jangan, janganlah kiranya malapetaka itu terjadi.</p>
<p>Krisis adalah  takdir sebuah masa. Di mana pun tempatnya. Ia tak perlu disesali. Apalagi dikutuk. Kita manusia hanya perlu meyakini sebuah kaidah, bahwa masalah kita bukan pada krisis itu melainkan pada kelangkaan pahlawan saat krisis itu terjadi. Itu tanda kelangsungan atau kehancuran sebuh periode zaman.</p>
<p>Sejarah telah mengajarkan kita sebuah kaidah bahwa sebuah misi besar haruslah diemban oleh manusia yang besar; bahwa sebuah beban yang amat berat haruslah dipikul oleh laki-laki yang kuat; bahwa sebuah pedang yang tajam hanyalah akan berguna jika ia berada dalam genggaman tangan seorang pahlawan pemberani; bahwa sebuah peradaban keteladanan hanya dapat dibangun di atas altar sejarah oleh manusia-manusia teladan.</p>
<p>Kisah-kisah indah Rasul beserta risalahnya telah mengajarkan hal ini. Sebuah cita-cita yang luhur membutuhkan manusia yang sama luhurnya dengan cita-cita itu. Sebuah cita-cita yang besar membutuhkan manusia-manusia yang sama besarnya dengan cita-cita itu. Sebuah sistem yang baik hanya akan memperlihakan keindahannya jika diterapkan oleh manusia yang sama baiknya dengan sistem itu. Maka, ketika Islam diturunkan, ia telah melahirkan sebuah fenomena indah: kebenaran risalahnya dan kekuatan pesona rasulnya.</p>
<p>Itulah rahasia yang dengan baik dipahami oleh Rasulullah saw. Ia mengetahui bahwa Islam hanya bis menjadi realitas kehidupan dan menjadi abadi dalam sejarah apabila ia mempunyai pendukung-pendukung yang kuat sepanjang masa. Inilah yang terjadi di Arab, yang mengalami krisis luar biasa, krisis kejahiliyahan terbesar yang pernah ada di muka bumi. Maka, para penggembala kambing yang menghuni Jazirah Arab yang tandus, tiba-tiba hadir ke permukaan sejarah dengan segudang pahlawan-pahlawan besar. Islam pun ‘terwariskan’ dari masa ke masa.</p>
<p>Kini, setelah lima belas abad kemudian, Islam menjadi fenomena sejarah sebagai sebuah peradaban terbesar yang pernah dan masih ada hingga saat ini. Islam tersebar di seluruh pelosok  dunia, dengan jumlah penduduk sekitar 1,6 milyar manusia. Begitulah kejadiannya, jumlah pahlawan yang ditinggalkan nabi memang sedikit tapi mereka semua membawa semangat dan kesadaran sebagai pembangun peradaban dan membawa semangat dan kesabaran sebagai pembangun peradaban dan pembawa talenta sebagai arsitek peradaban.</p>
<p>Kesadaran itu terbentuk sejak dini dalam benak mereka. Sejak awal mereka menyadari bahwa Al-Quran bukanlah sebuah buku filsafat kehidupan yang kering dan rumit atau pikiran-pikiran indah yang tersimpan dalam menara gading dan tak punya alas dalam realitas kehidupan. Al-Quran adalah petunjuk bagi manusia tentang bagaimana seharusnya kita mengelola kehidupan di bumi ini. Bumi adalah ruang di mana manusia menurunkan kehendak Allah menjadi satuan satuan realitas kehidupan.</p>
<p>Para pahlawan itu bergerak lincah dalam wilayah yang nyata: bumi. Proses kreativitas mereka tumpah ruah di sini. Kerja pemikiran mereka terpola dalam dua kerangka: bumi adalah landskapnya, dan wahyu diumpamakan sebuah master plan.</p>
<p>Sayangnya, kini hal tersebut justru jadi masalah kita, kaum muslim di bumi Teladan khususnya. Agama besar ini tidak lagi diemban oleh manusia-manusia besar; akal-akal raksasa tidak lagi hadir di tengah kita. Padahal, saat ini kita sedang menghadapi sebuah krisis. Krisis yang membutuhkan akal-akal kreativitas pada diri seorang muslim. Akal-akal yang memahami zaman dan memberi sesuatu yang baru bagi zaman krisis keteladanan yang ada.</p>
<p>Akal-akal yang ada sekarang, bukan hanya nampak tidak berdaya memahami zamannya, tapi bahkan tidak sanggup memahami dirinya sendiri, tidak sanggup memahami sumber ajarannya sendiri, tidak sanggup memahami warisan peradabannya sendiri. Akal-akal muslim sekarang tampak mengalami kelumpuhan. Apakah yang membuatnya lumpuh? Ini bagian yang paling krusial dari keseluruhan problematika kita yang terkait dengan masalah kepahlawanan. Lumpuhnya akal-akal muslim telah menyebabkan kita mengalami kekeringan mata air peradaban. Kekeringan inilah yang kita warisi dan belum sanggup kita selesaikan, sehingga seakan-akan kita bukan hanya sebagai korban, tapi sebagai generasi penghancur.</p>
<p>”Masa depan di tangan Islam”, ramalan itulah yang selalu memunculkan harapan. Harapan, yang kata Rasulullah SAW adalah rahmat Allah pada umatku. Kalau bukan karena harapan, niscaya takkan ada orang yang mau menanam pohon dan takkan ada ibu yang mau menyusui anaknya. Tapi, tentu saja kita harus menyadari sebuah realita. Sebuah realita yang terbentang antara peluang membuat zaman keteladanan dan kemampuan kita merebut pelung tersebut masih jauh. Jarak itulah yang menjadi masalah kita. Mungkin apa yang dinamakan ’siklus 10 tahunan’ akan terjadi di sekolah ini. Tapi siapa yang bisa menjaminnya?</p>
<p>Oleh karena itu tugas kita saat ini adalah  mendekatkan jarak itu; jarak antara Islam dan pahlawan, jarak antara peluang dengan kemampuan untuk merebutnya. Karena kejayaan bukanlah kado yang dihadiahkan, melainkan layaknya piala yang harus direbut. Manusia muslim yang ada inilah yang harus kita rekonstruksi ulang agar ia terbentuk sedemikian rupa: Menjelma menjadi ’manusia teladan’.</p>
<p>Bagaimanapun, kita dapat meramalkan Islam dapat dengan mudah memenangkan pertarungan dalam hal pemikiran, meskipun perang yang sesungguhnya justru terletak di antara kenyataan. Itu adalah medan manusia. Oleh karena itu, keindahan dan kebenaran Islam layaknya sebuah pedang. Yang di bumi teladan ini pedang itu sangat tajam dan telah terhunus, dan sedang menanti tangan perkasa dari sang pahlawan.</p>
<p>Bumi Teladan sedang mengalami krisis dan kita hanya membutuhkan satu hal: motivasi. Sebab, kita sendiri, pada dasarnya, mengetahui jalan keluar yang harus kita cari. Sebuah kehidupan berhiaskan mahkota keteladanan masih mungkin dibangun di sekolah ini. Tidak peduli seberapa berat krisis yang menimpa kita saat ini. Masih mungkin. Dengan satu kata: pahlawan.</p>
<p>Tapi jangan menanti kedatangannya atau menggodanya untuk hadir. Sekali lagi jangan pernah menunggu!! Mereka tidak akan pernah datang. Mereka bahkan sudah ada di sini. Di Bumi Teladan ini. Mereka menjadi ’besar’ di sekolah ini. ’mereka’ adalah aku, kau, dan kita semua. ’mereka’ bukan orang lain. ’mereka’ hanya perlu berjanji untuk merebut takdir kepahlawanan mereka. Dan kita akan menyaksikan peradaban baru: Teladan Darussalam.</p>
<p><strong>Maroji’</strong><strong><em> </em></strong></p>
<ol>
<li><em>Dari Gerakan ke Negara, </em>Anis Matta</li>
<li><em>Mencari Pahlawan Indonesia, </em>Anis Matta</li>
</ol>
<p>sumber : softfile materi mentoring KSAI AL USWAH SMA N 1 Teladan Yogyakarta</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mentoringsma11jogja.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mentoringsma11jogja.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mentoringsma11jogja.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mentoringsma11jogja.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mentoringsma11jogja.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mentoringsma11jogja.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mentoringsma11jogja.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mentoringsma11jogja.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mentoringsma11jogja.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mentoringsma11jogja.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mentoringsma11jogja.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mentoringsma11jogja.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mentoringsma11jogja.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mentoringsma11jogja.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentoringsma11jogja.wordpress.com&#038;blog=15263931&#038;post=88&#038;subd=mentoringsma11jogja&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/2011/03/10/pahlawan-untuk-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0feee2574ec60b62d3e6d498dddcb12b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">insansma11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prioritas</title>
		<link>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/2011/03/03/prioritas/</link>
		<comments>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/2011/03/03/prioritas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Mar 2011 13:38:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>insansma11</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Mentoring]]></category>
		<category><![CDATA[prioritas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[serial manajemen diri PRIORITAS The journey of thousand miles begin with a single step Perjalanan ribuan mil dimulai dengan langkah pertama Tujuan Peserta memahami tentang prioritas agenda Peserta mampu mengatur waktunya dengan baik Sebuah Pengantar Kami seringkali kecewa saat mengadakan janjian dengan teman. Setiap kali memiliki agenda untuk bertemu, terlalu amat sering menunggu. Bahkan sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentoringsma11jogja.wordpress.com&#038;blog=15263931&#038;post=83&#038;subd=mentoringsma11jogja&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>serial manajemen diri</p>
<p><strong>PRIORITAS</strong></p>
<p><em>The journey of thousand miles</em></p>
<p><em>begin with a single step</em></p>
<p>Perjalanan ribuan mil dimulai dengan langkah pertama</p>
<p><span id="more-83"></span></p>
<p><strong>Tujuan</strong></p>
<ol>
<li>Peserta memahami tentang      prioritas agenda</li>
<li>Peserta mampu mengatur      waktunya dengan baik</li>
</ol>
<p><strong>Sebuah Pengantar</strong></p>
<p>Kami seringkali kecewa saat mengadakan janjian dengan teman. Setiap kali memiliki agenda untuk bertemu, terlalu amat sering menunggu. Bahkan sangat lama. Sampai-sampai kadang yang kami lakukan adalah meninggalkannya untuk menyelesaikan urusan yang lain.Tak jarang pertemuan itu gagal. Alasannya sederhana dan klise, “Mas, saya sibuk mas. Jadi, saya ga bisa ketemu hari ini. Besok aja ya Mas.” Dan esoknya pun alasannya sama.</p>
<p>Kami kemudian tersadar sesadar-sadarnya. Betapa pelajar di SMA 1 ini memiliki buanyak banget agenda. Pertemuan dengan kami mungkin hanyalah hal kecil di antara aktivitas yang harus mereka selesaikan. Pernah gak ngerasa seperti ini :</p>
<p>“Mas, gimana ya. Saya tu sibuk. Begitu banyak tugas yang harus saya selesaikan. Sekolah selalu saja ngasih PR. Padahal kan, saya juga ingin aktif organisasi.Saya ingin banyak belajar dari organisasi agar hidup saya lebih teratur. Tapi terkadang tuntutan organisasi juga banyak mas. Apalagi saya gak cumin ikut satu organisasi. Saya mengerjakan banyak sekali hal yang membuat saya tidak konsen ke pelajaran.”</p>
<p>Ck….ck…ck… !! Apakah kamu termasuk pelajar seperti di atas ? Nah, karena itulah kita perlu belajar tentang prioritas. Bahwa kita memiliki banyak sekali hal yang harus kita selesaikan dalam satu hari. Tapi, manakah yang harus kita kerjakan ?</p>
<p>Henri L. Douharte, seorang pendiri Cities Service berkata “Ada dua kemampuan yang tidak ternilai, kemampuan berpikir dan kemampuan melakukan sesuatu sesuai dengan kepentingannya”. Henri nampaknya sangat menyadari bahwa dalam hidup ini kita butuh keterampilan menggunakan otak atau intelektual. Tapi, iapun sadar juga bahwa kemampuan itu itu saja tidaklah cukup. Manusia haruslah tahu mana yang harus dianggap penting dan mana yang dianggap tidak penting. Nah, inilah yang jarang dimiliki manusia.</p>
<p>Sebagian besar orang memprioritaskan hal-hal yang mereka senangi, padahal sesungguhnya hal tersebut belum tentu penting bagi hidup mereka. Misalnya ngobrol yang begitru lama tiap sepulang sekolah sampai membuat kita lupa bahwa sebenarnya  kita membutuhkan waktu untuk istirahat dan menyelesaikan tugas-tugas kita. Apalagi kalau malah ngegosip. Akan makin banyak memakan waktu kita.</p>
<p>Kenapa kita melakukan hal tersebut ? Karena ngobrol dengan teman selepas pulang sekolah adalah hal yang nyaman. Sedangkan mengerjakan tugas sekolah tidaklah nyaman (Hayo…ngaku aja). Jadi, ukurannya sebatas perasaan saja. Kamipun seringkali begitu. Ini yang terkadang berbahaya. Kita seringkali hanya melakukan hal-hal yang kita sukai dan meninggalkan yang tidak kita sukai. Padahal, semua itu tidak dalam kerangka prioritas, melainkan hanya sebatas nyaman dan tidak nyaman.</p>
<p>Zona nyaman itu hadir setelah kita tidak nyaman. Ini yang harus kita sadari. Mari coba kita ingat-ingat bagaimana pertama kali kita menyenangi sebuah kebiasaan yang saat ini kita anggap nyaman. Misalnya ngobrol terlalu banyak dengan seorang teman sekelas kita. Bukankah sebelumnya kita merasa tidak nyaman berbincang dengannya ? Kalau hari ini kita betah ngobrol satu jam, mungkin dulu ketika awal jumpa kita hanya ngobrol lima atau sepuluh menit. Karena kebiasaanlah kita merasa nyaman ngobrol dalam waktu yang lama.</p>
<p>Jadi, dalam menentukan skala prioritas, tidaklah tergantung dengan nyaman dan tidaknya kita dengan aktivitas itu, tapi seberapa pentingkah aktivitas tersebut untuk mengejar cita-cita besar kita.</p>
<p>Syarat menjadi pribadi unggul adalah dengan berupaya mencari solusi atas berbagai persoalan, kesulitan dan beban yang dihadapi, bukan dengan menghindari permasalahan tersebut.</p>
<p><strong>Jangan ‘alergi’ dengan prioritas</strong></p>
<p>Sebagian orang merasa asing dengan kata “prioritas atau bahkan ‘alergi’. Sebagian besar orang yang kami kenal jarang membicarakan hari ini. Padahal ini penting lho ! Orang mungkin akan mengatakan, “Buat apa berlama-lama membaca mengenai prioritas ? Toh semuanya berjalan lancar. Buat apa menghamburkan waktu duduk untuk memikirkan prioritas ? Bukankah masih banyak hal yang bisa dikerjakan?”</p>
<p>Oke, kami akan memberikan sedikit gambaran. Suatu ketika ada seorang sahabat yang diundang untuk makan siang. Kami semua telah berkumpul.Benar-benar berkumpul, kecuali satu orang. Lalu, datanglah sebuah SMS ringan yang berisi permohonan maaf karena ada acara lain Lalu kira-kira apa yang menjadi bahan pembicaraan pada makan siang itu ?</p>
<p>Ya, yang menjadi pembicaraan adalah menuangkan rasa marah yang tersirat! Sebagian orang yang hadir merasa tidak penting di hadapan kawan yang tidak hadir. Coba bayangkan apa arti SMS ringan tadi. SMS tadi ingin menyatakan, “Maaf, kamu bukan hal yang lebih penting dari melakukan hal lain untuk siang ini,” Inilah pesan yang sesungguhnya ingin disampaikan. (sakit ya? Tapi, kayaknya kita sering deh nglakuin hal ini. Alias kita sering nyakitin orang lain khan? Astaghfirullah)</p>
<p>Jadi, setiap orang dengan otomatis sudah mengurutkan prioritas dalam hidupnya. Masalahnya kemudian adalah mau dituangkan dalam tulisan atau tidak. Mau disusun rapi dan teratur atau tidak. Kami pun demikian. Coba untuk yang laki-laki, pilih mana, ntar sore mau nonton sepakbola atau ngerjain PR? Pilihanmu itulah prioritasmu.</p>
<p>Ada seorang aktivis yang menganggap keluarga, organisasi, dan akademis adalah sesuatu yang penting. Dan ini bener khan? Tapi yang terjadi kemudian adalah dia tidak mengurutkan prioritas untuk ketiga hal itu. Hasilnya bisa berantakan. Bisa jadi keluarganya yang bermasalah karena tidak bisa menerima kesibukannya yang sangat banyak. Atau malah organisasi yang tak bisa menerima.</p>
<p>Ini penting. Tinggal mau mengurutkan atau tidak. Kalau tak mau, ancaman yang akan datang adalah kita terjebak dalam prioritas sesaat. (afwan….agak ngancam nih!) Mungkin tahun ini belajar adalah hal prioritas, tapi jangan samapi meninggalkan prioritas berbagai kewajiban di keluarga. Mau tidak mau, mungkin tahun depan keluarga mungkin akan menempati prioritas yang pertama.</p>
<p>Tapi yang menjadi masalah kemudian adalah bagaimana cara menentukan prioritas. Nah, mari baca selanjutnya untuk menentukan jawabannya.</p>
<p><strong>Hal terpenting yang mengantar orang menuju kesuksesan adalah sifat mendahulukan urusan yang memang harus didahulukan. (</strong>first thing first<strong>)</strong></p>
<p><strong>Menentukan prioritas</strong></p>
<p>Untuk menentukan prioritas, kita harus mengungkapkan dulu apa mimipi dan targetmu. Jadi begini, misalnya kita ingin menjadi seorang duta besar (jangan pernah ngerasa nggak mungkin lho…) Lalu kita menerjemahkan mimpi itu dalam target tahunan, kemudian bulanan, kemudian mingguan, lalu harian. Fokuslah pada target.</p>
<p>Misalnya target kita tahun ini adalah diterima sebagai Mahasisiwa Hubungan Internasional Universitas Indonesia (jangan ngerasa nggak mungkin lagi,lho…) Kemudian target bulan ini adalah kita harus menyelesaikan soal latihan Bahasa Inggris sebanyak dua paket. Maka inilah prioritas pekan ini. Inilah yang harus kita utamakan.</p>
<p>Kalau seperti itu, bagaimana dengan kegiatan lain? Bagaimana dengan orang tua, dengan organisasi, dengan warga masyarakat. Itu juga prioritas kita, tapi di bawah prioritas kita mengerjakan dua paket soal Bahsa Inggris tadi. Jadi, kalau hari ini ada beberapa agenda yang disodorkan kepada kita, seperti makan siang bareng, ngerayain ultah temen, nonton pertandingan sepakbola, rapat program dan sebagainya. Nah, semua kegiatan itu dibawah prioritas mengerjakan dua paket soal Bahasa Inggris itu.</p>
<p>Lalu apakah yang lain ditinggalkan ? O…jelas tidak dong! Kita kan bisa agendakan dua paket soal Bahasa Inggris itu menjadi kegiatan di sore malam hari. Nah, pada waktu itu kalau ada kegiatan lain yang berbenturan, kita akan memilih untuk mengerjakan soal latihan tadi. Kegiatan lain akan bisa ditunda atau digeser ke waktu lain. Tapi, ada satu yang ga mungkin digeser, yaitu waktu pertandingan sepakbola! Kalu udah gini, mungkin yang harus kita geser adalah jadwal belajarnya. Yang pasti kita harus selesaikan dua paket soal Bahasa Inggris tadi. Titik.</p>
<p>Untuk lebih mudahnya, silahkan bagi peranmu terlebih dahulu dan apa yang akan kita lakukan. Oh ya, alangkah lebih mudahnya jika <em>starting with the end</em>, mulai berpikir akhir ketika awal. Jadi, bayangkanlah apa yang ingin kita dengar dari peranmu itu beberapa tahun mendatang. Misalnya peran sebagai anak, kita ingin mendengar orang tua membanggakan kita ketika kelulusan. Mereka membanggakan kita karena kita tidak hanya pintar, tapi juga sopan dan amat sayang kepada keluarga (jadi anak dambaan ortu nih ye…)</p>
<p>Oke, kami beri contoh untuk agenda prioritas pekan ini:</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="151" valign="top"><strong>Peran</strong></td>
<td width="271" valign="top"><strong>Prioritas</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="151" valign="top">Pelajar</td>
<td width="271" valign="top">Mengerjakan dua paket soal   Bahasa Inggris membeli buku latihan baru.</td>
</tr>
<tr>
<td width="151" valign="top">Aktivis organisasi</td>
<td width="271" valign="top">Menyelesaikan proposal kegiatan&nbsp;</p>
<p>Tidak terlambat datang rapat</td>
</tr>
<tr>
<td width="151" valign="top">Keluarga</td>
<td width="271" valign="top">Membersihkan kamar&nbsp;</p>
<p>Silaturahmi ke rumah nenek</td>
</tr>
<tr>
<td width="151" valign="top">Pribadi</td>
<td width="271" valign="top">Membaca Buku pembangkit semangat&nbsp;</p>
<p>Jujur pada diri sendiri</td>
</tr>
<tr>
<td width="151" valign="top">Warga masyarakat</td>
<td width="271" valign="top">Ikut pengajian&nbsp;</p>
<p>Berkunjung ke panti asuhan</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Aturlah Jadwalmu </strong></p>
<p>Seringkali kita hidup tanpa perencanaan. Akhirnya kita bisa menguasai hidup kita. Yang menguasai kita adalh kegiatan dan kegiatan. Kita terbawa arus tanpa bisa melawan. Kalau kami boleh bilang, orang seperti ini adalah orang yang menjadi budak. Dia tidak memiliki kebebasan. Bahkan atas dirinya sendiri.</p>
<p>Bayangkanlah ketika mulai bangun tidur saja kita harus sudah mulai mengerjakan PR, kemudian tergesa-gesa menuju kamar mandi dan lupa tidak menggosok gigi. J Ya aktivitas kita buanyak banget. Kita di sekolah dituntut A,B,C dan di organisasi juga demikian. Tentunya bila diurutkan bisa dari A sampai Z. Wah..pusing ya ! Oh ya, cukupkah gambaran ini membuatmu pusing ? Atau tidak sama sekali karena mungkin telah biasa mengalaminya setiap hari ? (Gawat!!!!)</p>
<p>Kita seringkali enggan meluangkan waktu barang sejenak untuk menuliskan apa yang akan kita kerjakan untuk ahri ini. Kami pun terkadang begitu (tapi kadang-kadang aja loh…) Hasilnya luar biasa. Ketika sampai di sekolah dan seharusnya membicarakan mengenai tugas esok, malah asyik bercanda. Padahal kalau diminta melakukan hal-hal yang serius selalu saja berkata pada diri sendiri “Sibuk!!!!”</p>
<p>Stephen R.Covey membagi waktu menjadi empat :</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="35" valign="top"></td>
<td width="177" valign="top"><strong>Mendesak</strong></td>
<td width="211" valign="top"><strong>Tidak mendesak</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="35" valign="top"><strong>Penting</strong></td>
<td width="177" valign="top"><strong>1</strong>&nbsp;</p>
<p>Orang yang suka menunda-nunda</p>
<ul>
<li>Kendaraan mogok</li>
<li>Teman terluka
<ul>
<li>Terlambat ke kelas</li>
</ul>
</li>
<li>Besok ada ujian</li>
</ul>
</td>
<td width="211" valign="top"><strong>2</strong>&nbsp;</p>
<p>Orang yang Suka menentukan   prioritas</p>
<ul>
<li>PR yang harus selesai</li>
<li>Olahraga</li>
<li>Silaturahmi keluarga</li>
<li>Rekreasi</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="35" valign="top"><strong>Tidak penting</strong></td>
<td width="177" valign="top"><strong>3</strong>&nbsp;</p>
<p>Orang yang “Yes-Man”</p>
<ul>
<li>Telepon orang yang nggak penting</li>
<li>Ngurusin masalah orang lain</li>
</ul>
</td>
<td width="211" valign="top"><strong>4</strong>&nbsp;</p>
<p>Orang yang malas</p>
<ul>
<li>Terlalu banyak nonton TV</li>
<li>Maraton dari mall ke mall
<ul>
<li>Terlalu banyak main game komputer</li>
</ul>
</li>
<li>Ngobrol ga ada habisnya</li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Orang sukses hidup pada kuadran II, yaitu posisi persiapan yang tidak akan menekan mereka. Dan mereka akan menjalankan peranan-peranan mereka secara seimbang.</p>
<p><strong>Mari mulai menyusunnya</strong></p>
<p>Sekarang, kami akan beri contoh nyusun daftar kerja.</p>
<ol>
<li>Malam sebelumnya atau pagi-pagi sekali, pikirkan seluruh kerjaan harian kamu dan tulislah. Pakai kertas kosong atau block-note gak masalah.Yang penting nulis aja. Jangan lupa hal-hal atau kerjaan-kerjaaan yang sepele.(misal : jadwal piket)</li>
<li>Kelompokkan mereka dengan menggunakan kode,seperti :</li>
</ol>
<p><strong>A : penting-mendesak </strong></p>
<p><strong>B : penting-tidak mendesak </strong></p>
<p><strong>C: tidak penting-mendesak</strong></p>
<p><strong>D: tidak penting-tidak mendesak</strong></p>
<p>Jadi, prioritas pekerjaan A lebih tinggi daripada B. Sedangkan B lebih tinggi dari C,  dan seterusnya.</p>
<ol>
<li>Prioritaskan tiap kelompok dengan  menambahkan nomor setelah huruf, misal:</li>
</ol>
<p><strong>A<sub>1</sub></strong> <strong>Mengerjakan tugas matematika</strong></p>
<p><strong>A<sub>2</sub> Mengerjakan tugas kelompok presentasi Biologi</strong></p>
<p><strong>B<sub>1</sub> Mencuci baju</strong></p>
<p><strong>B<sub>2 </sub> Mengambil uang bulanan di ATM</strong></p>
<p><strong>C<sub>1 </sub> Telepon keluarga</strong></p>
<p><strong>C<sub>2</sub> Merapikan berkas-berkas soal latihan</strong></p>
<p><strong>D<sub>1</sub> Nonton film terbaru </strong></p>
<p><strong>D<sub>2</sub> Jalan-jalan di Malioboro</strong></p>
<p>Di dalam tiap kategori, angka yang lebih kecil menunjukkan prioritas yang lebih tinggi. Jadi, pengerjaan A<sub>1</sub> lebih diprioritaskan daripada A<sub>2</sub>.Pertanyaan menyusul : Bagaimana cara penerapannya ?</p>
<p>Pertama sekali, buatlah daftar ini mudah dilihat setiap waktu supaya akmu tetap focus dan berada pada jalur yang benar. Kerjaan-kerjaan tersebut harus diselesaikan berurutan sesuai dengan nilai prioritas kerjaan tersebut. Kecuali jika kerjaan tersebut punya waktu sisipan, seperti pertemuan rutin atau pelajaran di kelas. Masukkan kerjaan-kerjaan yang bisa dikerjakan secara sepat ke kategori B dan C. Tujuan kamu adalah menyelesaikan seluruh <em>item</em> A, dan sebisa mungkin B atau C. Walaupun demikian, tetaplah realistis dengan batasan waktu dan prioritas.Tidak semua kerjaan merupakan kategori A untuk hari ini. Bahkan, jika hal tersebut sangat penting. Bisa jadi hal tersebut memang tak sempat kita kerjakan hari ini. Berilah tanda cntang (v) atau silang (x) apada tiap tugas yang harus diselesaikan (hal ini bisa menambah semangat juga loh..)</p>
<p>Pada akhir setiap hari (sebaiknya malam hari), pindahkan item kerjaan yang belum bisa kamu selesaikan ke daftar kerja hari lainnya. Daftar kerja hari lainnya bisa berarti hari berikutnya, atau seminggu berikutnya, atau hari lain sesuai dengan perencanaan waktu kamu. Ini menjaga seluruh kerjaan yang belum selesai biar gak kelupaan.</p>
<p>Ketika kamu gagal menyelesaikan suatu kerjaan pada hari berikutnya dimana kamu menambahkan kerjaan itu. Contoh : 5/5 C<sub>2</sub> merapikan berkas-berkas soal latihan, kamu pindah pada tanggal 6 Mei dengan prioritas C<sub>2. </sub></p>
<p><sub> </sub>Dengan memindahkan kerjaan-kerjaan tertentu, kita sadar bahwa prioritas kerjaan itupun dapat berubah. Oleh karena itu, perhitungkanlah pula prioritas kerjaan-kerjaan yang kamu pindahkan tersebut. Walaupun ‘merapikan berkas-berkas soal latihan’, bisa jadi kamu beri kode C<sub>2</sub> hari ini, tapi daalm beberpaa hari ia daapt naik mauk kategori B atau malah A. Ini tergantung bagaimana kamu menganggapnya penting atau tidak. Misalnya berkas soal latihan emang sudah menumpuk dan sangat tidak rapi. Nah, kan bisa ganggu pekerjaan lain. Makanya merapikan berkas soal latihan menjadi super duper amat sangat penting sekali banget (afwan…hiperbolis banget)</p>
<p>Jika kamu nyelesain seluruh pekerjaan hari ini, kamu dapat melihat jadwal pekerjaan ke depan dan menyelesaikan beberapa kerjaan yang kamu rencanakan untuk diselesaikan pada hari-hari ke depan tersebut. Dengan begini, kamu bisa menambung waktu dan tabungan waktu tersebut suatu ahri dapat kamu buka sebagai hari istirahat. Nah, ini baru asyik. Misalnya ya, hari Minggu yang biasanya cuma nonton satu film, bisa ditambah jadi nonton dua film.(eh..malah bosen ga ya?)</p>
<p>Oh ya, lebih bagus lagi kalo kamu punya kalender yang berukuran kecil. Kamu bisa lebih efektif jika daftar kerjaan kamu itu diletakkan gak jauh dari kalender harian. Terakhir, tambahkan tugas serta janji ke daftar kerja sebagai kebiasanmu.</p>
<p>Menyusun prioritas hidup lebih penting daripada emngatur waktu. Manajemen waktu tidak boleh berubah menjadi ikatan yang membatasi gerak.</p>
<p><strong>Jangan terjebak</strong></p>
<p>Jangan kecewa kalau tak berhasil menyelesaikan seluruh kerjaan kita hari ini. Bisa jadi itu adalah agenda mendadak yang penting hari ini. Jadi, jangan terjebak pada jadwal. Kan mungkin aja ada hal-hal yang datang tiba-tiba tanpa permisi. Misalnya, seharusnya agendamu membeli buku, eh tapi hujannya super deras. Atau ban motormu tiba-tiba aja bocor. Sesuatu yang tidak kita rencanakan sebelumnya. Nah, kita harus siap untuk mengantisipasinya.</p>
<p><strong>Sekali waktu kita perlu mundur</strong></p>
<p><strong> </strong>Bagaimana misalnya kalau kamu berada dalam situasi seperti ini. Saat mau berangkat sekoalh, ban motormu kempes dan bensinnya sangat-sangat limit. Padahal sekarang udah jam tujuh kurang beberapa detik dan waktu tempuh dari rumah ke sekolah tu kira-kira lima belas sampai dua puluh menit Mana yang akan kamu lakukan? Yang seharusnya kamu lakukan adalah memompa ban motor atau mengisi bensin dulu. Loh, berarti sekolahnya telat dunk? Terkadang kita memang perlu mundur satu atau dua langkah untuk kemudaian maju tiga, empat atau lima langkah. Paham ga? Maksudnya tuh gini, jika natinya kamu tidak memompa ban dulu, bisa-bisa nanti di jalan mengalami kecelakaan karena terpeleset. Yang kamu tuju malah rumah sakit, bukannya sekolah. Gawat kan? Atau jika kamu nekat pergi tanpa isi bensin, nanti malah bisa nuntun motor di tengah jalan. Padahal letak poim bensin masih beratus-ratus meter dari tempatmu berada. Abis itu, bajumu juga jadi kotor dan bau karena kena keringat. Jadi, untuk maju tiga atau empat langkah, kita perlu mundur satu dua langkah (tapi jangan banyak-banyak mundur lho!)</p>
<p><strong>Belajar Berkata ‘Tidak’</strong></p>
<p>Ini nih yang juga penting. Belajar mengatakan “Tidak, saya menyesal….” Untuk bisa mengatur dan memenuhi sesuatu, kita perlu belajar bagaimana berkata “Tidak…saya menyesal…karena saya punya tujuan”. Jadi kalaudaalm setiap waktu dan urusan kamu bisa bilang “Ya” maka untuk urusan lain pun seharusnya kamu bisa juga bilang “tidak”. Tapi inget, harus dengan sopan, santun, jelas, dan penuh dengan kelembutan. Dengan begini, setidaknya kamu sudah memperlihatkan penghargaan atas ajakan sekaligus menjelaskan kesibukanmu. Ukhuwah pun bisa tetap terjaga !</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Ide cerah = durian runtuh</strong></p>
<p>Suatu ketika kamu punya ide yang cerah. Nah, ketika kamu punya ide cerah untuk menyelesaikan sesuatu, jangan tunda sesuatu yang harus kamu selesaikan tersebut hingga hari sebelum hari deadlinenya. Kalaupun kamu ga bisa mengerjakannya ketika kamu udah dapet ide cerah tersebut, kamu bisa kan menuliskannya sementara sampai tiba waktu untuk menyelesaikannya. Contohnya, tiba-tiba aja kamu dapat ide untuk menulis sebuah cerpen, esai, atau naskah drama yang ceritanya menarik. Nah, tuliskan bagaimana alur ceritanya. Terus habis itu, agendakan juga kapan akan kamu selesaikan pekerjaan tersebut. Jangan samapi kamu malah kehilangan ide cemerlangmu tersebut. Dan sering buanget loh, yang namanya ide cemerlang itu datangnya tiba-tiba dan tiada terduga sebelumnya. Ya….bak durian runtuh (tapi ga sakit kok!he3)</p>
<p>Oke, kami harap tips-tips ini akan membantumu menyelesaikan berbagai problem mengatur waktu dan tentunya membantumu meraih cita-cita. Jangan lupa ya, jadikan ini sebagai kebiasaanmu. Selamat mencoba…..</p>
<p><strong>Bergeraklah, karena diam itu mematikan</strong></p>
<p>Ilmu yang tidak diamalkan seperti pohon yang tidak tumbuh. Kmau semua pasti pernah denger kan? Ya, seluruh penjelasan mengenai prioritas ini hanyalah 1% saja untuk membantu meraih mimpi. Lainnya ? Ya kamu sendiri yang menentukan. Kamulah yang memiliki 99% factor lainnya untuk mengejar mimpimu. Kamu harus bergerak !</p>
<p><em>“A goal is created three times. First as a mental picture. Second, when written down to add clarity and dimension. And third, when you take action towards its achievement.”</em></p>
<p>“Suatu tujuan diciptakan tiga kali. Pertama sebagai gambaran mental. Kedua, ketika ditulis dengan disertai kejelasan dan dimensi. Dan ketiga, ketika Anda melakukan tindakan-tindakan untuk mencapainya.”</p>
<p><strong>Sebuah ilustrasi</strong></p>
<p><strong> </strong>Kita akan beralih sejenak pada sebuah ilustrasi yang diberikan oleh Faishal Umar tentang prioritas hidup. Simak ya…</p>
<p>Seorang instruktur memasuki ruang pelatihan dan meletakkan kendi air di tengah-tengah ruangan. Kemudian ia menghadap ke arah peserta dan berkata, “Sekarang kita akan belajar menyusun rencana kerja mingguan. Dan anggaplah kendi ini sebagai satu minggu penuh, dan kita akan mengisi kendi ini secara logis dan praktis.”</p>
<p>Sang instruktur kemudian mengeluarkan sebuah kantong besar yang berisi bebatuan agak besar. Bebatuan itu dimasukkan dalam kendi, dan kendi itu pun berguncang hebat. Kendi itu tidak mampu menamoung semua bebatuan. Saat itu instruktur bertanya kepada peserta, “Apakah kendi ini sudah penuh?” Para peserta kemidian menjawab dengan kompak, “Sudah!” Instruktur itu pun menggelengkan kepala, membantah anggapan kalau kendi itu sudah penuh.</p>
<p>Kemudian ia mengeluarkan kantong ukuran sedang yang berisi kerikil lalu menuangkannya ke dalam kendi. Kerikil-kerikil itu menyelinap masuk ke sela-sela bebatuan besar. Setelah kendi itu penuh dengan kerikil-kerikil berukuran sedang, instruktur bertanya lagi, “Sekarang, apakah kendi ini sudah penuh?” Para peserta menjawab, “Belum!” Sang instruktur tersenyum.</p>
<p>Kemudian ia mengeluarkan kantong ukuran kecil yang berisi pasir dan menuangkannya ke dalam kendi. Pasir itu menyelinap masuk menisci ruang kosong di antara bebatuan besar dan kerikil-kerikil tadi. Setelah kendi itu penuh, instruktur menanyakan kepada peserta, “Sekarang apakah kendi ini sudah penuh?” Dengan serentak semua peserta menjawab, “Sudah!” Instruktur itu kembali tersenyum.</p>
<p>Tahu maksudnya kan? Bebatuan besar itu adalah hal-hal yang ‘penting dan paling utama’. Kerikil-kerikil itu adalah pekerjaan ‘penting’, sedangkan butiran-butiran pasir adalah pekerjaan-pekerjaan biasa sebagai tanda peduli terhadap orang lain.</p>
<p><strong>Menunda-nunda</strong></p>
<p>Mungkin sebagian besar di antara kita pernah bilang begini :</p>
<p>“Ah, nanti saja. Saya nonton televise dulu. Acaranya bagus.”</p>
<p>“Istirahat dulu, baru setelah itu saya kerjakan.”</p>
<p>“Lima menit lagilah, saya sedang membaca artikel yang menarik nih.”</p>
<p>Hati-hati! Perkataan lisan di atas adalah ucapan orang yang suka menunda-nunda pekerjaan. Banyak lho pekerjaan yang tertunda gara-gara mengerjakan sesuatu yang bukan prioritasnya. Menunda pekerjaan nantinya malah akan membuat hidup kita berantakan. Kok bisa?</p>
<p>Misalnya, kamu sudah mengalokasikan waktu satu jam untuk belajar menghadapi ulangan. Bahan yang dipelajari cukup banyak. Tapi ada acara menarik berdurasi satu jam juga. Lantas kamu berkata, “Ah, nonton sebentar aja. Habis itu belajar.” Akhirnya karena saking menariknya kamu malah nonton TV deh samapi alokasi waktumu buat belajar selesai. Ulangan kamu pun dapat nilai jelek karena gak belajar. Gak pingin kan?</p>
<p>Bisa juga banyaknya pekerjaan yang tidak tuntas akibat salah alokasi waktu. “Mmm, tampaknya tugas ini bias selesai dalam dua jam.” Masa? Kita perlu mempertimbangkan lebih dalam dulu sebelum mengalokasi waktu untuk mengerjakan sesuatu.</p>
<p>Ketika misalnya waktu dua jam suatu pekerjaan belum selesai, baru terasa kalau waktu yang dijatahkan tidak cukup. Saat itulah kita bosan dan berkata, “Ah, sebentar. Istirahat dulu.” Dan ternyata istirahatnya ‘kebablasen’, sampai-sampai pekerjaan tak terselesaikan.</p>
<p>‘Time is word’. Pepatah ini punya makna yang bagus bagi kita.</p>
<p><strong>The Meaning of Time</strong></p>
<p>To understand the meaning of ONE YEAR</p>
<p>ask a student who has failed his exam</p>
<p>To understand the meaning of ONE MONTH</p>
<p>ask a mother who has given birth to a-pre-mature baby</p>
<p>To understand the meaning of ONE WEEK</p>
<p>ask an editor of a weekly magazine</p>
<p>To understand the meaning of ONE DAY</p>
<p>ask a daily wage labour</p>
<p>To understand the meaning of ONE HOUR</p>
<p>ask a girl who is waiting for her boy</p>
<p>To understand the meaning of ONE MINUTE</p>
<p>ask a person who has missed the train</p>
<p>To understand the meaning of ONE SECOND</p>
<p>ask a person who has survived an accident</p>
<p>To understand the meaning of ONE MILLI-SECOND</p>
<p>ask a sprinter who has won a silver medal in the Olympics</p>
<p>And lastly, are you realizing that the time is passing by?</p>
<p>Are you ready to be responsible to Allah</p>
<p>how you used every milli second of your time?</p>
<p><strong>Saran</strong></p>
<ol>
<li>Untuk      hal-hal yang berkaitan dengan penjelasan tabel (ex:tabel pembagian waktu      Stephen R. Covey), mentor bisa meminta pengelola mentoring untuk      mengeprint atau memfotokopi tabel untuk dibagikan kepada peserta      mentoring. Dengan itu, peserta bisa memahami tabel secara lebih baik tanpa      mengawang-awang sedangkan mentor memberikan penjelasan tentang tabel      tersebut.</li>
<li>Mengenai      keperluan itu, mentor harap memberi tahu kepada pengelola mentoring pada      H-1 sebelum memberikan materi tentang bab prioritas ini.</li>
</ol>
<p>sumber</p>
<p>softfile materi mentoring KSAI AL USWAH</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mentoringsma11jogja.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mentoringsma11jogja.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mentoringsma11jogja.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mentoringsma11jogja.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mentoringsma11jogja.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mentoringsma11jogja.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mentoringsma11jogja.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mentoringsma11jogja.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mentoringsma11jogja.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mentoringsma11jogja.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mentoringsma11jogja.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mentoringsma11jogja.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mentoringsma11jogja.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mentoringsma11jogja.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentoringsma11jogja.wordpress.com&#038;blog=15263931&#038;post=83&#038;subd=mentoringsma11jogja&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/2011/03/03/prioritas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0feee2574ec60b62d3e6d498dddcb12b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">insansma11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kekhalifahan Umar bin Khattab</title>
		<link>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/2011/02/24/kekhalifahan-umar-bin-khattab/</link>
		<comments>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/2011/02/24/kekhalifahan-umar-bin-khattab/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2011 06:37:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>insansma11</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[yah, sudah sekian lama kita mentoring tapi belum menyentuh tokoh-tokoh khalifah yang berjuang di jalan Alloh, kali ini kita akan membahas mengenai Umar bin Khattab, Latar belakang Ia memiliki nama lengkap Umar bin Khattab bin Nafiel bin abdul Uzza, terlahir di Mekkah, dari Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy. Orangtuanya bernama Khaththab bin Nufail [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentoringsma11jogja.wordpress.com&#038;blog=15263931&#038;post=78&#038;subd=mentoringsma11jogja&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>yah, sudah sekian lama kita mentoring tapi belum menyentuh tokoh-tokoh khalifah yang berjuang di jalan Alloh, kali ini kita akan membahas mengenai Umar bin Khattab,</p>
<p><strong>Latar belakang</strong></p>
<p>Ia memiliki nama lengkap Umar bin Khattab bin Nafiel bin abdul Uzza, terlahir di <a title="Mekkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah">Mekkah</a>, dari Bani Adi, salah satu rumpun suku <a title="Quraisy" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Quraisy">Quraisy</a>. Orangtuanya bernama Khaththab bin Nufail Al Mahzumi Al Quraisyi dan Hantamah binti Hasyim.Keluarga Umar tergolong keluarga kelas menengah, ia bisa membaca dan menulis yang pada masa itu merupakan sesuatu yang jarang. Umar juga dikenal karena fisiknya yang kuat dimana ia menjadi juara <a title="Gulat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gulat">gulat</a> di Mekkah.</p>
<p><span id="more-78"></span>Sebelum Islam, sebagaimana tradisi kaum jahiliyah mekkah saat itu, Umar mengubur putrinya hidup-hidup. Sebagaimana yang ia katakan sendiri, &#8220;Aku menangis ketika menggali kubur untuk putriku. Dia maju dan kemudian menyisir janggutku&#8221;.</p>
<p>Mabuk-mabukan juga merupakan hal yang umum dikalangan kaum Quraish. Beberapa catatan mengatakan bahwa pada masa pra-Islam, Umar suka meminum anggur. Setelah menjadi <a title="Muslim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muslim">muslim</a>, ia tidak menyentuh <a title="Minuman beralkohol" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Minuman_beralkohol">alkohol</a> sama sekali. Tetapi, setelah masuk Islam, belum diturunkan larangan meminum khamar (yang memabukkan) secara tegas. Sehingga ada kisah, Pada malam hari, Umar bermabuk-mabukkan sampai Subuh. Ketika waktu Subuh tiba, beliau pergi ke masjid dan ditunjuk sebagai imam. Ketika membaca surat Al-Kafirun, karena ayat 3 dan 5 bunyinya sama, setelah membaca ayat ke 5, beliau ulang lagi ke ayat 4 terus menerus. Akhirnya, Allah menurunkan larangan bermabuk-mabukkan yang tegas.</p>
<h2>Memeluk Islam</h2>
<p>Ketika ajakan memeluk Islam dideklarasikan oleh Nabi <a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Muhammad</a> SAW, Umar mengambil posisi untuk membela agama tradisional kaum Quraish (menyembah berhala). Pada saat itu Umar adalah salah seorang yang sangat keras dalam melawan pesan Islam dan sering melakukan penyiksaan terhadap pemeluknya.</p>
<p>Dikatakan bahwa pada suatu saat, Umar berketetapan untuk membunuh Muhammad SAW. Saat mencarinya, ia berpapasan dengan seorang muslim (Nu&#8217;aim bin Abdullah) yang kemudian memberi tahu bahwa saudara perempuannya juga telah memeluk Islam. Umar terkejut atas pemberitahuan itu dan pulang ke rumahnya.</p>
<p>Di rumah Umar menjumpai bahwa saudaranya sedang membaca ayat-ayat <a title="Al Qur'an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Al_Qur'an">Al Qur&#8217;an</a> (<a title="Surat Thoha" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surat_Thoha">surat Thoha</a>), ia menjadi marah akan hal tersebut dan memukul saudaranya. Ketika melihat saudaranya berdarah oleh pukulannya ia menjadi iba, dan kemudian meminta agar bacaan tersebut dapat ia lihat. Ia kemudian menjadi sangat terguncang oleh isi Al Qur&#8217;an tersebut dan kemudian langsung memeluk Islam pada hari itu juga.</p>
<h2>Kehidupan di Madinah</h2>
<p>Umar adalah salah seorang yang ikut pada peristiwa hijrah ke Yathrib (Madinah) pada tahun 622 Masehi. Ia ikut terlibat pada perang Badar, Uhud, Khaybar serta penyerangan ke Syria. Ia adalah salah seorang sahabat dekat Nabi Muhammad SAW. Pada tahun 625, putrinya (Hafsah) menikah dengan Nabi Muhammad.</p>
<p><strong>Kematian Muhammad SAW</strong></p>
<p>Setelah sakit dalam beberapa minggu, Nabi Muhammad SAW wafat pada hari senin tanggal 8 Juni <a title="632" href="http://id.wikipedia.org/wiki/632">632</a> (12 Rabiul Awal, 10 Hijriah), di Madinah.</p>
<p>Persiapan pemakamannya dihambat oleh Umar yang melarang siapapun memandikan atau menyiapkan jasadnya untuk pemakaman. Ia berkeras bahwa Nabi tidaklah wafat melainkan sedang tidak berada dalam tubuh kasarnya, dan akan kembali sewaktu-waktu. (Hayatu Muhammad, M Husain Haikal)</p>
<p><a title="Abu Bakar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Bakar">Abu Bakar</a> yang kebetulan sedang berada di luar Madinah, demi mendengar kabar itu lantas bergegas kembali. Ia menjumpai Umar sedang menahan muslim yang lain dan lantas mengatakan.</p>
<p>&#8220;Saudara-saudara! Barangsiapa mau menyembah Muhammad, Muhammad sudah mati. Tetapi barangsiapa mau menyembah Tuhan, Tuhan hidup selalu tak pernah mati.&#8221;</p>
<p>Abu Bakar kemudian membacakan ayat dari Al Qur&#8217;an :</p>
<p>&#8220;Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.&#8221; (surat <a title="Ali 'Imran" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_'Imran">Ali &#8216;Imran</a> ayat 144)</p>
<p>Umar lantas menyerah dan membiarkan persiapan penguburan dilaksanakan.</p>
<h2>Masa kekhalifahan Abu Bakar</h2>
<p>Pada masa <a title="Abu Bakar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Bakar">Abu Bakar</a> menjabat sebagai khalifah, Umar merupakan salah satu penasehat kepalanya. Kemudian setelah meninggalnya Abu Bakar pada tahun <a title="634" href="http://id.wikipedia.org/wiki/634">634</a>, Umar ditunjuk menggantikannya.</p>
<h2>Menjadi khalifah</h2>
<p>Selama pemerintahan Umar, kekuasaan Islam tumbuh dengan sangat pesat. Islam mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia (yang mengakhiri masa kekaisaran sassanid) serta mengambil alih <a title="Mesir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesir">Mesir</a>, <a title="Palestina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Palestina">Palestina</a>, <a title="Syria" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Syria">Syria</a>, <a title="Afrika Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Afrika_Utara">Afrika Utara</a> dan <a title="Armenia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Armenia">Armenia</a> dari kekaisaran Romawi (<a title="Byzantium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Byzantium">Byzantium</a>).</p>
<p>Sejarah mencatat banyak pertempuran besar yang menjadi awal penaklukan ini. Pada <a title="Pertempuran Yarmuk" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pertempuran_Yarmuk">pertempuran Yarmuk</a>, yang terjadi di dekat <a title="Damaskus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Damaskus">Damaskus</a> pada tahun <a title="636" href="http://id.wikipedia.org/wiki/636">636</a>, 20 ribu pasukan Islam mengalahkan pasukan <a title="Romawi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Romawi">Romawi</a> yang mencapai 70 ribu dan mengakhiri kekuasaan Romawi di <a title="Asia Kecil" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia_Kecil">Asia Kecil</a> bagian selatan. Pasukan Islam lainnya dalam jumlah kecil mendapatkan kemenangan atas pasukan <a title="Persia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Persia">Persia</a> dalam jumlah yang lebih besar pada <a title="Pertempuran Qadisiyyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pertempuran_Qadisiyyah">pertempuran Qadisiyyah</a> (th 636), di dekat <a title="Sungai Eufrat (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sungai_Eufrat&amp;action=edit&amp;redlink=1">sungai Eufrat</a>. Pada pertempuran itu, jenderal pasukan Islam yakni <a title="Sa`ad bin Abi Waqqas (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sa%60ad_bin_Abi_Waqqas&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sa`ad bin Abi Waqqas</a> mengalahkan pasukan Sassanid dan berhasil membunuh jenderal Persia yang terkenal, Rustam Farrukhzad.</p>
<p>Pada tahun 637, setelah pengepungan yang lama terhadap Yerusalem, pasukan Islam akhirnya mengambil alih kota tersebut. Umar diberikan kunci untuk memasuki kota oleh pendeta Sophronius dan diundang untuk <a title="Shalat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Shalat">shalat</a> di dalam <a title="Gereja" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gereja">gereja</a> (Church of the Holy Sepulchre). Umar memilih untuk shalat ditempat lain agar tidak membahayakan gereja tersebut. 55 tahun kemudian, Masjid Umar didirikan ditempat ia shalat.</p>
<p>Umar melakukan banyak reformasi secara administratif dan mengontrol dari dekat kebijakan publik, termasuk membangun sistem administratif untuk daerah yang baru ditaklukkan. Ia juga memerintahkan diselenggarakannya <a title="Sensus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sensus">sensus</a> di seluruh wilayah kekuasaan Islam. Tahun 638, ia memerintahkan untuk memperluas dan merenovasi <a title="Masjidil Haram" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masjidil_Haram">Masjidil Haram</a> di Mekkah dan <a title="Masjid Nabawi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Nabawi">Masjid Nabawi</a> di <a title="Medinah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Medinah">Medinah</a>. Ia juga memulai proses kodifikasi <a title="Hukum Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_Islam">hukum Islam</a>.</p>
<p>Umar dikenal dari gaya hidupnya yang sederhana, alih-alih mengadopsi gaya hidup dan penampilan para penguasa di jaman itu, ia tetap hidup sebagaimana saat para pemeluk Islam masih miskin dan dianiaya.</p>
<p>Pada sekitar tahun ke 17 Hijriah, tahun ke-empat kekhalifahannya, Umar mengeluarkan keputusan bahwa penanggalan Islam hendaknya mulai dihitung saat peristiwa <a title="Hijrah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hijrah">hijrah</a>.</p>
<p><strong>Menjalankan Pemerintahan </strong></p>
<p>Pada suatu hari, Amirul Mukminin Umar bin Khattab r.a naik mimbar dan berkhutbah, &#8220;Wahai, kaum muslimin! Apakah tindakanmu apabila aku memiringkan kepalaku ke arah dunia seperti ini?&#8221; (lalu beliau memiringkan kepalanya). Seorang sahabat menghunus pedangnya. lalu, sambil mengisyaratkan gerakan memotong leher, ia berkata, &#8220;Kami akan melakukan ini.&#8221; Umar bertanya, &#8220;maksudmu, kau akan melakukannya terhadapku?&#8221; Orang itu menjawab, &#8220;Ya!&#8221; lalu Amirul Mukminin berkata, &#8220;Semoga Allah memberimu rahmat! Alhamdulillah, yang telah menjadikan di antara rakyatku orang apabila aku menyimpang dia meluruskan aku.&#8221;</p>
<p><strong>Menentang Pemborosan </strong></p>
<p>Umar bin Khattab r.a mendengar bahwa salah seorang anaknya membeli cincin bermata seharga seribu dirham. ia segera menulis surat teguran kepadanya dengan kata-kata sebagai berikut: &#8220;Aku mendengar bahwa engkau membeli cincin permata seharga seribu dirham. Kalau hal itu benar, maka segera juallah cincin itu dan gunakan uangnya untuk mengenyangkan seribu orang yang lapar, lalu buatlah cincin dari besi dan ukirlah dengan kata-kata, &#8220;Semoga Allah merahmati orang yang mengenali jati dirinya.&#8221;</p>
<p><strong>Khalifah Umar Meminjam Uang </strong></p>
<p>Pada suatu hari, Khalifah Umar bin Khattab r.a membutuhkan uang untuk keperluan pribadi. ia menghubungi Abdurrahman bin &#8216;Auf, sahabat yang tergolong kaya, untuk meminjam uang 400 dirham. Abdurrahman bertanya, &#8220;mengapa engkau meminjam dari saya? Bukankah kunci baitul maal (kas negara) ada di tanganmu? mengapa engkau tidak meminjam dari sana?&#8221; Umar r.a menjawab, Aku tidak mau meminjam dari baitul maal. Aku takut pada saat maut merenggutku, engkau dan segenap kaum muslimin menuduhku sebagai pemakai uang baitul maal. Dan kalau hal itu terjadi, di akhirat amal kebajikanku pasti dikurangi. Sedangkan kalau aku meminjam dari engkau, jika aku meninggal sebelum aku melunasinya, engkau dapat menagih utangku dari ahli warisku.&#8221;</p>
<p><strong>Umar Mengakui Kesalahan </strong></p>
<p>Saat itu Umar bin Khattab r.a sedang berkhutbah,&#8221; Jangan memberikan emas kawin lebih dari 40 uqiyah (1240 gram). Barangsiapa melebihkannya maka kelebihannya akan kuserahkan ke baitul maal.&#8221; Dengan berani, seorang wanita menjawab,&#8221;Apakah yang dihalalkan Allah akan diharamkan oleh Umar? Bukankah Allah berfirman,&#8230;&#8230;sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka sejumlah harta, maka janganlah kamu mengambil dari padanya sedikitpun&#8230;&#8230;&#8230;(An Nisaa&#8217;:20) Umar berkata,&#8221; Benar apa yang dikatakan wanita itu dan Umar salah.&#8221;</p>
<p><strong>Memutuskan Perkara </strong></p>
<p>Seorang wanita mengadu kepada Amirul Mukminin Umar bin Khattab r.a, bahwa ia diperkosa. Karena ia melawan dan memberontak, maka air mani lelaki tersebut tertumpah dan mengotori pakaiannya. Sebagai barang bukti, diperlihatkannya pakaiannya yang terkena tumpahan cairan putih. Umar r.a. tidak segera percaya terhadap wanita itu. Ia meminta pendapat Ali bin Abi Thalib r.a. Ali r.a berkata, &#8220;Sirami tumpahan putih itu dengan air panas. Kalau bercak itu membeku, maka itu pasti putih telur. Dan kalau ia hilang dan lumat bersama air, maka itu adalah air mani.&#8221; Ketika bercak itu disiram air panas, ternyata ia membeku. Umar r.a dan Ali r.a pun memutuskan bahwa pengaduan wanita itu palsu. Umar r.a. berkata kepada wanita itu, &#8221; Bertakwalah kamu kepada Allah, wahai wanita! Pengaduanmu ternyata bohong dan tuduhanmu palsu.&#8221;</p>
<h2>Kematian</h2>
<p>Umar bin Khattab dibunuh oleh Abu Lukluk, seorang budak pada saat ia akan memimpin <a title="Shalat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Shalat">shalat</a>. Pembunuhan ini konon dilatarbelankangi dendam pribadi Abu Lukluk terhadap Umar. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu, 25 Dzulhijjah 23 H/644 M. Setelah kematiannya jabatan khalifah dipegang oleh <a title="Usman bin Affan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Usman_bin_Affan">Usman bin Affan</a>.</p>
<p>sumber</p>
<p>Anonim, sumber materi rujukan dari Resa Gustanto</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mentoringsma11jogja.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mentoringsma11jogja.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mentoringsma11jogja.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mentoringsma11jogja.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mentoringsma11jogja.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mentoringsma11jogja.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mentoringsma11jogja.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mentoringsma11jogja.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mentoringsma11jogja.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mentoringsma11jogja.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mentoringsma11jogja.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mentoringsma11jogja.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mentoringsma11jogja.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mentoringsma11jogja.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentoringsma11jogja.wordpress.com&#038;blog=15263931&#038;post=78&#038;subd=mentoringsma11jogja&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/2011/02/24/kekhalifahan-umar-bin-khattab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0feee2574ec60b62d3e6d498dddcb12b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">insansma11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>problematika umat</title>
		<link>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/2011/02/02/problematika-umat/</link>
		<comments>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/2011/02/02/problematika-umat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Feb 2011 12:32:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>insansma11</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Mentoring]]></category>
		<category><![CDATA[mentoring]]></category>
		<category><![CDATA[ghozwul fikr]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kebangkitan]]></category>
		<category><![CDATA[kristenisasi]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[perang pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[problematika]]></category>
		<category><![CDATA[umat]]></category>
		<category><![CDATA[westernisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Populasi umat Islam saat ini kurang lebih seperempat dari seluruh jumlah penduduk dunia yang mencapai 6 milyar orang. Ini tentu bukan jumlah yang bisa dibilang sedikit apabila kita bandingkan dengan populasi umat dari agama yang lain. Namun jumlah yang besar ini tidak otomatis menempatkan umat Islam pada posisi depan peradaban dunia (paling tidak untuk saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentoringsma11jogja.wordpress.com&#038;blog=15263931&#038;post=74&#038;subd=mentoringsma11jogja&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Populasi umat Islam saat ini kurang lebih seperempat dari seluruh jumlah penduduk dunia yang mencapai 6 milyar orang. Ini tentu bukan jumlah yang bisa dibilang sedikit apabila kita bandingkan dengan populasi umat dari agama yang lain. Namun jumlah yang besar ini tidak otomatis menempatkan umat Islam pada posisi depan peradaban dunia (paling tidak untuk saat ini). Hampir dua pertiga dari negara dengan populasi umat islam yang besar termasuk dalam golongan dunia ketiga alias negara berkembang (catatan : mentor kemudian menyebutkan contoh-contoh negara-negara berpopulasi Islam besar yang saat ini masih dalam kondisi yang memprihatinkan).</p>
<p>Lemahnya negara-negara dengan populasi islam besar tentu sesuatu yang sangat ironis, mengingat di hampir seluruh negara islam atau di daerah yang dihuni komuitas Islam rata-rata adalah daerah dengan SDA yang melimpah. Hampir 80 % cadangan minyak bumi dan gas alam berada di negeri-negeri yang berpopulasi muslim besar seperti negara-negara di Timur tengah, Indonesia, Malaysia, Brunai , Afghanistan, Chechnya, dan Yunan (daerah di kawasan Cina).<br />
Minyak bumi adalah bahan bakar utama industri saat ini. Amerika, produksi minyak dalam negerinya hanya mampu memenuhi 10 % kebutuhan dalam negeri. Sisanya, mereka mengimport dari luar (atau dengan ‘membajak’ negeri-negeri muslim semisal : Afghanistan, Irak, dan sebentar lagi Iran, Syria, dan Sudan). Hal serupa juga dialami negara-negara di kawasan Eropa.</p>
<p>Sekilas, ketika kita melihat kondisi kita yang surplus, kita boleh bilang bahwa umat Islam memegang peran penting saat ini. Namun kenyataannya sungguh berbeda 180 derajat. Umat ini sangat tergantung dari negeri-negeri kafir semacam Amerika dan negara-negara Eropa. Bahkan harga minyak duhnia mampu mereka kendalikan, sehingga membawa keutntungan di pihak mereka. Dalam sektor ekonomi, negeri-negeri muslim masih terikat hutang dengan negara-negara Barat. Hal ini diperparah dengan rusaknya akhlaq kaum muslimin karena budaya-budaya barat yang secara sporadis digulirkan ke negeri-negeri muslim.</p>
<p><span id="more-74"></span></p>
<p>Kelemahan-kelemahan di atas menyebabkan posisi tawar dunia Islam terhadap Barat menjadi lemah, baik dalam hal diplomasi maupun dalam hal perang. Ketika terjadi kasus atau konflik di dunia Islam, maka yang bakal dirugikan adalah negara Islam itu sendiri. Sebagai contoh, hari ini neger-negeri Islam tidak kuasa untuk melawan Israel di Palestina, atau mencegah agresi militer Amerika ke Afghanistan dan Iraq. (Sekedar catatan : jumlah manusia muslim di dunia arab saja – tidak termasuk negeri-negeri islam di Asia – mencapai 350 juta orang. Jumlah penduduk Yahudi yang mengangkangi tanah Palestina cuma 5 juta orang. Mengapa tidak ada tindakan riil umat islam dan negara-negara arab untuk membela saudara-saudaranya yang tertindas ?! Logika yang paling bisa menjelaskan adalah : kelemahan umat ini dihadapan kaum kuffar yang berwujud Amerika, Israel, dan negara-negara barat yang senantiasa memusuhi umat ini !)</p>
<p>Bagaimana mungkin kita akan memiliki posisi yang kuat kalau kita lemah dalam segala bidang, bahkan kekuatan paling hakiki berupa aqidah yang kuat dan akhlaq yang mulia juga telah tercabut. Sungguh kita perlu mengingat perkataan Khalifah Umar bin Khattab r.a, “Aku lebih takut kepada maksiat kalian, daripada dengan kekuatan musuh kalian !”</p>
<p>Mengurai Akar Permasalahan Umat<br />
1.	Kelemahan Internal<br />
Kekuatan dan kelemahan yang hakiki bersumber dari dalam tubuh umat, bukan pada faktor eksternal. Disini berarti kelemahan ummat adalah karena jauhnya ummat dari Allah, karena banyaknya maksiat umat kepada perintah Allah, sedikitnya ketaatan kita kepada berbagai perintah Allah dan Rasul-Nya. Beberapa factor penghancur eksistensi ummat Islam tersebut adalah :</p>
<p>a.	Fanatisme golongan<br />
Contoh : hubungan yang tidak harmonis antara NU dan Muhammadiyah, menjelang pemilu orang Islam cenderung konflik hanya karena partai mereka berbeda, di Timur tengah – akonflik tidak ujung usai karena tidak ada kesatuan pendapat di antara negeri-negeri islam. “ Dan janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu serta bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al Anfal : 46)</p>
<p>b.	Kebodohan yang menyebabkan keterbelakangan<br />
Kenyataan ini dikarenakan umat islam meninggalkan ilmu-ilmu terapan, ilmu-ilmu kauniyah (yang terdapat/tergambar di alam semesta) dan menggantinya dengan kegiatan-kegiatan bodoh yang kurang bermanfaat, seperti nongkrong tanpa tujuan jelas, banyak bermaksiat, malas menuntut ilmu, dan berdebat dengan hal-hal kecil yang tidak terasa manfaatnya di dunia nyata.<br />
Islam adalah agama yang menekankan umatnya untuk menuntut ilmu, banyak-banyak membaca dan mempelajari peristiwa-peristiwa alam (ingat wahyu pertama Allah kepada Muhammad SAW, “Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang Menciptakan” (Al Alaq : 1). Perintah membaca adalah perintah pertama Allah kepada manusia di bumi ) . Umat ini merindukan sosok seperti Dr. Harun Yahya yang mengembangkan science islami sepenuh hidupnya. Umat ini juga merindukan sosok seperti dr. Motia Khaled Al – Asir, seorang ahli mata asal Palestina yang karena dedikasinya pada kemanusiaan pada tahun 2004 ini dianugerahi British Empire Medal oleh ratu Elizabeth II dari Inggris. Umat ini membutuhkan individu-individu yang membawa kemuliaan nama islam…</p>
<p>c.	Pemahaman yang tidak utuh tentang islam<br />
Islam adalah agama yang sempurna (syamil) dan menyempurnakan (mutakamil) yang seharusnya menghajatkan kepada kita untuk memahaminya secara menyeluruh. Namu yang terjadi saat ini ada sebagian umat yang memahami Islam hanya pada saat melakukan ritual-ritual saja, sehingga sebagian waktunya dihabiskan untuk berdzikir tanpa menyentuh kehidupan dan urusan dunia. Ada sebagian uamt yang hanya menekankan pada aspek aqidah dan fiqh. Dari sekian banyak fenomena, yang terparah adalah pola pikir yang masih memisahkan antara agama dengan urusan-urusan dunia (sekulerisme). Hal inilah yang menyebabkan pemahaman umat islam hanya sebatas pada ibadah ritual dan itupun kurang lengkap. Akibatnya, terjadi ketidaksinkronan antara ibadah dan amal (STMJ = sholat terus maksiat jalan , SIKIL = Sholat Iya KorupsI ngga’ Lupa, dll).</p>
<p>d.	Kecintaan kepada dunia<br />
Tenggelam dalam aneka kemewahan dan kenikmatan, serta respek terhadap pemenuhan kesenangan dan syahwat. Inilah penyakit umat yang oleh Rasulullah disebut sebagai wahn (cinta dunia dan takut mati).</p>
<p>e.	Penyalahgunaan amanah<br />
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya….” (Annisa’ : 58)<br />
“Barangsiapa yang mengangkat seseorang untuk mengurusi perkara kaum muslimin, lalu mengangkat orang tersebut, sementara ia mendapati orang yang lebih layak dan sesuai daripada orang yang diangkatnya, maka ia telah berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya.” (Al Hadits)</p>
<p>2.	Kelemahan Eksternal<br />
“Orang Yahudi dan orang nasrani tidak akan rela kepadamu, hingga engkau mengikuti agam mereka. Katakanlah : sesungguhnya petunjuk Allah itulah sebenar-benar petunjuk. Dan apabila engkau turuti kemauan mereka sesudah dating kepadamu pengetahuan, tentu Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolongmu” (Al Baqarah : 120)</p>
<p>“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil orang-orang Yahudi dan Kristen menjadi pemimpin, sebagian dari mereka menjadi pemimpin bagi yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka orang itu termasuk pada golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi hidayah pada orang-orang yang dzolim” (Al Ma’idah : 55)</p>
<p>NB : Kedua ayat di atas wajib disampaikan pada peserta mentoring, dengan memahamkan pula maknanya dan implikasi (penerapan) dalam kehidupan sehari-hari mereka.</p>
<p>Di saat umat ini terlena dengan kehidupan yang bermewah-mewah dan suasana jahiliyah, musuh-musuh islam yang ada di luar menggunakan keempatan ini untuk menghancurkan eksistensi umat. Skenario yang diterapkan adalah : menjauhkan umat ini dari Alquran dan Sunnah Rasulullah SAW. Dengan demikian, umat ini akan mudah terjerumus dalam perangkap mereka dan dengan mudah musuh-musuh islam mengembalikan mereka kepada kekafiran (tidak musti kafir secara fisik, bisa juga kafir secara batin dan pemikiran).</p>
<p>Hal ini setidaknya pernah dikatakan Jaladiston laknatullah ‘alaih pada sidang parlemen di Inggris. Ia saat itu mengacungkan Alquran sambil mengatakan, “Jika kalian ingin menguasai negeri-negeri islam, maka kalian terlebih dahulu harus mampu merobek-robek Alquran”. Ada seorang anggota parlemen yang merebur Alquran dari tangan Jaladiston, merobek-robeknya hingga berhamburan di lantai. Ia berteriak, “Lihat ! Aku telah merobek-robek Alquran.” Sambil mengejek Jaladiston berujar, “Bodoh kamu ! Bukan itu yag kumaksud dengan merobek-robek Alquran. Yang kumaksud adalah dengan menjauhkan Alquran dari hati umat Islam.” Dan mimpinya kini hampir berhasil…..</p>
<p>Musuh-musuh islam melakukan apa yang dikatakan Jaladiston dengan berbagai metode dan cara, antara lain :<br />
1.	Perang pemikiran (Ghazwul Fikri)<br />
Dengan slogan 3 F (Fun, Food, Fashion) musuh-musuh Islam berhasil membuat umat ini lemah dari sisi aqidah dan akhlaq. Dengan fun, mereka menciptakan gaya hidup bermewah-mewah (hura-hura, diskotek, clubbing, narkoba) yang identik dengan kejahiliyahan (kondisi ini tak jauh beda dari kondisi umat manusia di Makkah sebelum Islam hadir). Dengan food, mereka mengajak umat ini untuk beralih ke aqidah selain Islam. Dan dengan fashion, mereka membuat generasi muda islam terombang-ambing dengan budaya jahiliyah.</p>
<p>2.	Westernisasi (pembaratan)<br />
Sebagaimana yang telah disebutkan di atas, pembaratan yang dilakukan musuh-musuh Islam dilakukan di segala lini, termasuk pemikiran. Saat ini dikenal orang Islam yang memiliki pemikiran tidak seperti seorang muslim (seperti Abdullah bin Ubay, munafik di madinah di zaman Rasulullah SAW) seperti mereka yang mengaku JIL (jaringan Islam Liberal), LkiS (Lembaga Kajian islam dan Sosial), JIMM (jaringan intelektual muda muhammadiyah) dan banyak lagi.</p>
<p>3.	Kristenisasi<br />
Ini dilakukan oleh musuh-musuh Islam dengan berbagai cara. Tujuan utamamereka bukan mengkristenkan secara langsung, akan tetapi membuat umat ini lalai dan jauh dari Alquran dan Sunnah Rasul (melalui musik, narkoba, dan berbagai macam cara lainnya)</p>
<p>Solusi mengatasi problematika umat :<br />
1.	Umat Islam harus menerapkan ajaran islam dalam kehidupannya secara menyeluruh<br />
2.	Mendidik generasi muda islam dengan manhaj (metode) yang benar, syamil (sempurna) dan mutakamil (menyeluruh)<br />
3.	Mempersiapkan kekuatan semaksimal mungkin untuk mengantisipasi serangan musuh-musuh Islam (Al Anfal : 60)<br />
4.	Dakwah dan jihad dengan sungguh-sungguh</p>
<p>sumber : buku materi mentoring sma n 1 yogyakarta</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mentoringsma11jogja.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mentoringsma11jogja.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mentoringsma11jogja.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mentoringsma11jogja.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mentoringsma11jogja.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mentoringsma11jogja.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mentoringsma11jogja.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mentoringsma11jogja.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mentoringsma11jogja.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mentoringsma11jogja.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mentoringsma11jogja.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mentoringsma11jogja.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mentoringsma11jogja.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mentoringsma11jogja.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentoringsma11jogja.wordpress.com&#038;blog=15263931&#038;post=74&#038;subd=mentoringsma11jogja&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/2011/02/02/problematika-umat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0feee2574ec60b62d3e6d498dddcb12b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">insansma11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>valentine day dalam islam</title>
		<link>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/2011/02/01/valentine-day-dalam-islam/</link>
		<comments>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/2011/02/01/valentine-day-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Feb 2011 12:45:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>insansma11</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Mentoring]]></category>
		<category><![CDATA[mentoring]]></category>
		<category><![CDATA[days]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[valentine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[VALENTINE DAY (HARI BERKASIH SAYANG) Menurut pandangan Islam Benarkah ia hanya kasih sayang belaka ? “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Surah Al-An’am : 116) Hari &#8216;kasih sayang&#8217; yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentoringsma11jogja.wordpress.com&#038;blog=15263931&#038;post=70&#038;subd=mentoringsma11jogja&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>VALENTINE DAY (HARI BERKASIH SAYANG)</strong></span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Menurut pandangan Islam</strong></span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><img src="http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/linebunga.gif" border="0" alt="" width="448" height="23" align="BOTTOM" /></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><em><strong>Benarkah ia hanya kasih sayang belaka ?</strong></em><em><br />
</em> </span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">“<span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Surah Al-An’am : 116)</strong></span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong><span id="more-70"></span><br />
</strong></span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Hari &#8216;kasih sayang&#8217; yang dirayakan oleh orang-orang Barat pada tahun-tahun terakhir disebut &#8216;Valentine Day&#8217; amat popular dan merebak di pelusuk Indonesia bahkan di Malaysia juga. Lebih-lebih lagi apabila menjelangnya bulan Februari di mana banyak kita temui jargon-jargon (simbol-simbol atau  iklan-iklan) tidak Islami hanya wujud demi untuk mengekspos (mempromosi) Valentine. Berbagai tempat hiburan bermula dari diskotik(disko/kelab malam), hotel-hotel, organisasi-organisasi mahupun kelompok-kelompok kecil; ramai yang berlumba-lumba menawarkan acara untuk merayakan Valentine. Dengan  dukungan(pengaruh) media massa seperti surat kabar, radio mahupun televisyen; sebagian besar orang Islam juga turut dicekoki(dihidangkan) dengan iklan-iklan Valentine Day.</strong></span></span></span></p>
<p><em><strong>SEJARAH VALENTINE:</strong></em></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Sungguh merupakan hal yang ironis(menyedihkan/tidak sepatutnya terjadi) apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri &#8216;terjun&#8217; dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut &#8216;Syuhada&#8217;) yang kerana kesalahan dan bersifat &#8216;dermawan&#8217; maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.</strong></span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 &#8211; 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai &#8216;upacara keagamaan&#8217;.</strong><br />
</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Tetapi sejak abad 16 M, &#8216;upacara keagamaan&#8217; tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi &#8216;perayaan bukan keagamaan&#8217;. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.</strong><br />
</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta &#8216;supercalis&#8217;  kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai &#8216;hari kasih sayang&#8217; juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu &#8216;kasih sayang&#8217; itu mulai bersemi &#8216;bagai burung jantan dan betina&#8217; pada tanggal 14 Februari.</strong><br />
</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti &#8216;galant atau cinta&#8217;. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang &#8216;martyr&#8217; bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari erti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.</strong><br />
</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak &#8216;akidah&#8217; muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat  dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.</strong></span></span></span></p>
<p><em><strong>PANDANGAN ISLAM</strong></em></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?</strong><br />
</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:</strong></span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">“ <span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)</strong><br />
</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Dalam Islam kata “tahu” berarti mampu mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu.</strong><br />
</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Oleh kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng(mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.</strong></span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.</strong><br />
<strong>Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.</strong></span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><em><strong>HAL-HAL YANG HARUS DIBERI PERHATIAN:-</strong></em></span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak dapat lari atau lepas dari agama (Islam) sebagai pandangan hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus difahami di dalam  masalah &#8216;Valentine Day&#8217;.</strong><br />
</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><em><strong>1. PRINSIP / DASAR</strong></em><em><br />
</em> <strong>Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan &#8216;supercalis&#8217; bangsa Romawi kuno di mana setelah mereka masuk Agama  Nasrani (kristian), maka berubah menjadi &#8216;acara keagamaan&#8217; yang dikaitkan dengan kematian St. Valentine.</strong><br />
</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><em><strong>2. SUMBER ASASI</strong></em><em><br />
</em> <strong>Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak.</strong></span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.</strong></span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan  mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.</strong><br />
</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><em><strong>3. TUJUAN</strong></em><em><br />
</em> <strong>Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di persada bumi adalah baik. Tetapi bukan seminit untuk sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula bererti kita harus berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan      yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah s.a.w. bersabda :“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri”.</strong><br />
</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><em><strong>4. OPERASIONAL</strong></em><em><br />
</em><strong>Pada umumnya acara Valentine Day diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara.</strong><br />
<strong>Perhatikanlah firman Allah s.w.t.:“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan    syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Surah Al Isra : 27)</strong></span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi : “…walaupun kamu membelanjakan    semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat    mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati    mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.</strong><br />
</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Sudah jelas ! Apapun alasannya, kita tidak dapat menerima kebudayaan import dari luar yang nyata-nyata bertentangan dengan keyakinan (akidah) kita. Janganlah kita mengotori akidah kita dengan dalih toleransi dan setia kawan. Kerana kalau dikata toleransi, Islamlah yang paling toleransi di dunia.</strong><br />
</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Sudah berapa jauhkah kita mengayunkan langkah mengelu-elukan(memuja-muja) Valentine Day ? Sudah semestinya kita menyedari sejak dini(saat ini), agar jangan sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain.Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim.  Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan &#8216;alternatif&#8217; terakhir setelah manusia gagal dengan sistem-sistem lain.</strong><br />
</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Lihatlah kebangkitan Islam!!! Lihatlah kerosakan-kerosakan yang ditampilkan oleh peradaban Barat baik dalam media massa, televisyen dan sebagainya. Karena sebenarnya Barat hanya mengenali perkara atau urusan yang bersifat materi. Hati mereka kosong dan mereka bagaikan &#8216;robot&#8217; yang bernyawa.</strong><br />
</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><em><strong>MARI ISTIQOMAH (BERPEGANG TEGUH)</strong></em><em><br />
</em><strong>Perhatikanlah Firman Allah :</strong><br />
“…<strong>dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim”.</strong><br />
</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Semoga Allah memberikan kepada kita hidayahNya dan ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajarannya.</strong></span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Tujuan dari semua itu adalah agar diri kita selalu taat sehingga dengan izin Allah s.w.t. kita dapat berjumpa dengan para Nabi baik Nabi Adam sampai Nabi Muhammad s.a.w.</strong></span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Firman Allah s.w.t.:</strong><br />
“<strong>Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya maka dia akan bersama orang-orang yang diberi nikmat dari golongan Nabi-Nabi, para shiddiq (benar imannya), syuhada, sholihin (orang-orang sholih), mereka itulah sebaik-baik teman”.</strong><br />
</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><em><strong>Berkata Peguam Zulkifli Nordin (peguam di Malaysia) di dalam kaset &#8216;MURTAD&#8217; yang mafhumnya :-</strong></em></span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>&#8220;VALENTINE&#8221; adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St. Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Sepanyol. Paderi ini umumkan atau isytiharkan hari tersebut sebagai hari &#8216;kasih sayang&#8217; kerana pada nya Islam adalah ZALIM!!!  Tumbangnya Kerajaan Islam Sepanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. Semoga Anda Semua Ambil Pengajaran!!! Jadi.. mengapa kita ingin menyambut Hari Valentine ini kerana hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan Islam kita di Sepanyol..</strong></span></span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>sumber </strong></span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong><a href="http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/valentineday.htm">http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/valentineday.htm</a><br />
</strong></span></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mentoringsma11jogja.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mentoringsma11jogja.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mentoringsma11jogja.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mentoringsma11jogja.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mentoringsma11jogja.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mentoringsma11jogja.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mentoringsma11jogja.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mentoringsma11jogja.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mentoringsma11jogja.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mentoringsma11jogja.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mentoringsma11jogja.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mentoringsma11jogja.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mentoringsma11jogja.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mentoringsma11jogja.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentoringsma11jogja.wordpress.com&#038;blog=15263931&#038;post=70&#038;subd=mentoringsma11jogja&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/2011/02/01/valentine-day-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0feee2574ec60b62d3e6d498dddcb12b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">insansma11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/linebunga.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>sholat (materi mentoring 5 November 2010)</title>
		<link>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/2010/11/03/sholat-materi-mentoring-5-november-2010/</link>
		<comments>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/2010/11/03/sholat-materi-mentoring-5-november-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Nov 2010 03:52:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>insansma11</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Mentoring]]></category>
		<category><![CDATA[Alloh]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya meninggalkan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[kedudukan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[keutamaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[SHOLAT “Tahun ibarat pohon, bulan-bulan laksana cabangnya, hari-hari sebagai rantingnya, jam-jam sebagai daunnya dan nafas kita sebagai buahnya. Barangsiapa yang nafasnya selalu dalam ketaatan, maka orang itu telah menanam pohon yang baik.” -Ibnul Qayyim, al Fawaid- Tujuan 1. Peserta memahami hukum shalat lima waktu dan shalat berjama’ah 2. Peserta mengerti keutamaan-keutamaan dalam melaksanakan shalat 3. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentoringsma11jogja.wordpress.com&#038;blog=15263931&#038;post=63&#038;subd=mentoringsma11jogja&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SHOLAT</p>
<p>“Tahun ibarat pohon, bulan-bulan laksana cabangnya,<br />
hari-hari sebagai rantingnya,<br />
jam-jam sebagai daunnya dan nafas kita sebagai buahnya.<br />
Barangsiapa yang nafasnya<br />
selalu dalam ketaatan,<br />
maka orang itu telah menanam pohon yang baik.”<br />
-Ibnul Qayyim, al Fawaid-</p>
<p><span id="more-63"></span></p>
<p>Tujuan<br />
1.	Peserta memahami hukum shalat lima waktu dan shalat berjama’ah<br />
2.	Peserta mengerti keutamaan-keutamaan dalam melaksanakan shalat<br />
3.	Peserta mengerti bahaya melalaikan shalat<br />
4.	Peserta mengetahui hal-hal yang dapat membatalkan shalat<br />
5.	Peserta termotivasi untuk mengamalkannya</p>
<p>Pokok Penyampaian Materi<br />
Sholat dalam pengertian terminologis adalah suatu ibadah yang dimulai dengan takbiratul ihrom dan diakhiri dengan salam, serta dilengkapi dengan beberapa perbuatan dan ucapan. Sholat merupakan rukun Islam yang ke-2. Dasar hukum mendirikan sholat adalah wajib ‘ain, artinya harus dikerjakan oleh setiap orang Islam baik laki-laki maupun perempuan. Apabila dikerjakan mendapat pahala dan bila tidak dikerjakan akan mendapat dosa / siksaan. Allah berfirman :<br />
“Maka dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An Nisa’ : 103)<br />
Allah mewajibkan semua orang Islam baik muda , yang tua, yang sakit, yang sehat, yang kaya yang tidak kaya untuk mendirikan sholat. Allah berfirman :<br />
“Dan dirikanlah sholat itu untuk mengingat-Ku.” (QS Thoha : 14)<br />
Nabi Muhammad bersabda :“Perintahlah anak-anakmu mengerjakan sholat di waktu usia mereka meningkat 7 tahun, dan pukullah (kalau enggan melakukan sholat) di waktu mereka meningkat usia 10 tahun.” (HR. Abu Dawud)</p>
<p>Sholat bisa dilakukan berjamaah atau sendirian, di masjid, di rumah atau tempat lain yang suci. Hanya saja kalau sholat berjamaah itu lebih utama 27 derajat daripada sholat sendirian. Selain itu, shalat berjamaah di masjid lebih utama juga karena setiap langkah kita menuju masjid akan mendapat pahala serta dapat menghapus dosa dan meningkatkan derajat dalam pandangan Allah.<br />
”Dari Abi Huraira r.a. (Ia berkata):Sesungguhnya Nabi SAW bersabda:”Siapa yang bersuci di rumahnya lalu pergi ke rumah Allah (masjid) untuk menunaikan shalat wajib maka setiap langkahnya dihitung, yang satu menghapus dosa, dan yang lain meninggikan derajat.” (Muslim)<br />
Kita juga harus tahu bahwa orang yang mendirikan sholat dengan benar dan sempurna serta di awal waktu akan dimasukkan ke surga dan akan diberi bermacam-macam  kenikmatan. Sedangkan bagi  orang  yang meninggalkan / melalaikan sholat, akan dimasukkan ke neraka dan akan diberi bermacam-macam siksaan.<br />
Kenikmatan atau siksaan itu akan dirasakan ketika hidup di dunia, ketika mati, ketika di alam kubur, ketika hari kiamat, ketika dibangkitkan pada hari kiamat, ketika dikumpulkan di Padang Mahsyar, ketia dihitung amal-amalnya, ketika bertemu dengan allah dan ketika melewati jembatan kecil di atas neraka yang dinamakan jembatan “Shirothol Mustaqim”.<br />
Oleh karena itu, kita jangan meninggalkan sholat. Jika kita mendengar adzan, marilah kita segera sholat. Jika kita tidak sholat padahal kita dalam keadaan santai dan sehat, maka sholat kita dianggap tidak sempurna.<br />
Rosulullah bersabda :<br />
“Barang siapa yang mendengarkan adzan dalam keadaan nganggur dan sehat, kemudian ia tidak menjawabnya, maka tidak ada sholat yang sempurna baginya.”</p>
<p>A.  Keutamaan Mendirikan Shalat<br />
Kalau dibandingkan dengan ibadah-ibadah yang lain, maka ibadah sholat mempunyai keistimewaan yang khas dalam hal :<br />
a.	Dalam sejarahnya.<br />
Allah memberi perintah tentang sholat melalui peristiwa Isro’ Mi’roj. Dengan demikian, Rosulullah SAW diundang sendiri untuk menerima wahyu dari Allah secara langsung. Berbeda dengan ibadah-ibadah yang lain, yang diberikan oleh Allah dengan perantaraan malaikat Jibril. Ini berarti bahwa ibadah sholat merupakan ibadah yang benar-benar sangat penting. Namun jangan pula kita menganggap bahwa ibadah lain selain dari sholat itu tidak perlu atau dianggap sepele.<br />
b.	Dalam pelaksanaan sholat.<br />
Ibadah sholat ternyata mengandung aspek-aspek ibadah lain yang terdapat di dalam rukun Islam, seperti puasa, zakat, haji dan umroh. Sholat adalah ibadah yang membimbing kita untuk selalu bertaqwa kepada Allah dan merasa selalu diawasi oleh Allah. Begitu pula dalam ibadah puasa. Ibadah puasa memiliki tujuan yang paling utama, yaitu membentuk manusia yang bertaqwa dan merasa selalu diawasi oleh Allah SWT.  Sholat memiliki aspek sosial, hidup bermasyarakat yang harmonis. Ini dapat dirasakan dalam memberi salam ke kanan dan ke kiri sebagai kode etik pergaulan dan kepedulian kepada masyarakat. Ajaran ini sama halnya dengan ibadah zakat maupun haji yang mementingkan unsur sosial. Sedangkan ucapan syahadat ketika tasyahud sambil mengangkat jari telunjuk tangan kanan, sebagai isyarat Allah SWT Yang Maha Esa.<br />
c.	Dalam kedudukan dan keutamaan sholat.<br />
Allah dengan segala kebijaksanaanNya, apapun namanya baik perintah maupun larangan pasti membawa hikmah. Mendirikan sholat memiliki banyak manfaat antara lain :<br />
1.	Sholat itu bisa mencegah perbuatan yang keji dan mungkar.<br />
Perbuatan keji adalah perbuatan dosa yang menyebabkan kerugian bagi diri sendiri dan orang lain. Sedangkan perbuatan munkar adalah perbuatan yang melanggar aturan Allah.<br />
Mendirikan sholat berbeda dengan mengerjakan / melaksanakan sholat. Mendirikan sholat berarti melaksanakan sholat dengan penuh kekhusyukan, tawadhu’, tumakninah, sesuai dengan syariat yang benar dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, orang yang mampu mendirikan sholat dengan baik akan terhindar dari perbuatan keji dan munkar. Allah berfirman :<br />
“Dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar.” (QS Al Ankabut : 45)<br />
Oleh karena itu, di dalam Al Qur’an Allah selalu memerintahkan untuk senantiasa mendirikan sholat, bukan hanya sekedar melaksanakan sholat.<br />
Sekarang ini banyak orang yang melakukan perbuatan yang keji dan mungkar walaupun ia telah rajin sholat. Hal ini berarti bahwa orang tersebut belum mendirikan, menghayati dan mengamalkan ajaran sholat dalam kehidupan sehari-hari.<br />
2.	Sholat adalah pembeda antara orang Islam dengan orang kafir.<br />
3.	Barang siapa yang mendirikan sholat, berarti ia telah menegakkan agamanya.<br />
Nabi Muhammad bersabda “Sholat itu adalah tiang agama”<br />
4.	Sholat dapat menghapus dosa-dosa kita.<br />
Di antara hikmah shalat adalah membersihkan pelakunya dari dosa-dosa kecil seluruhnya, apabila dikerjakan tepat pada waktunya, terpenuhu rukun-rukuknnya dan dikerjakan dengan ikhlas. Nabi Muhammad memberi perumpamaan bahwa sholat 5 waktu itu sepert sebuah sungai. Di sungai itu orang mandi 5 kali setiap hari. Oleh karena itu, orang tersebut berih dari segala kotoran. Kecuali dosa-dosa besar seperti berzina,minum khamar, berjudi, durhaka,dll harus diobati dengan taubat.<br />
”Dari Jabir r.a. ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: ”Bagaimana seandainya di depan pinturumah seoraqng ada sungainya yang mengalir lalu ia setiap hari mandi lima kali, apakah masih ada kotoran yang melekat pada badannya?”Mereka menjawab:Tidak ada. Nabi bersabda:”Demikian juga shalat lima waktu, Allah menghapus dosa-dosa dengannya.”<br />
(Bukhari-Muslim)</p>
<p>Nabi Muhammad bersabda :<br />
“Barang siapa yang berwudhu denagn memperbaiki wudhunya lalu ia menghadiri sholat fardhu bersama imam, maka dosanya akan diampuni.”<br />
Maksudnya bahwa jika seseorang berwudhu dengan baik dan sempurna lalu ia datang untuk sholat berjama’ah (terutama di masjid)., maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya.<br />
5.	Sholat adalah amal ibadah pertama yang dilihat oleh Allah ketika hari kiamat.<br />
Bila sholat kita baik, teratur dan sempurna, maka sholat dan semua amal ibadah kita akan dianggap baik oleh Allah. Sedangkan jika sholat ita jelek, maka sholat dan semua amal ibadah kita dianggap jelek dan tidak diterima oleh Allah.<br />
Jadi agar semua amal ibadah yang kita lakukan diterima oleh Allah, maka kita harus melaksanakan sholat dengan rajin, ikhlas dan sempurna.<br />
6.	Dia akan masuk surga dengan tidak dihitung dan dikoreksi amal-amalnya.<br />
7.	Orang yang senantiasa mendirikan sholat dengan baik dan sempurna, maka ia akan masuk surga dengan penuh kenikmatan.<br />
8.	Orang yang selalu memelihara sholatnya, maka ia akan diberikan berbagai macam kemuliaan dari Allah antara lain :<br />
a.	hidupnya tidak akan sengsara.<br />
b.	Dia kan diselamatkan dari siksa kubur<br />
c.	Pada hari kiamat, kitab catatan amal baiknya akan diberikan di tangan kanannya (dengan gembira).<br />
d.	Dia kan bisa melewati jembatan Shirothol Mustaqim dengan secepat kilat.<br />
9.	Sholat dapat melenyapkan kegelisahan hidup, stress, frustasi, dan sebagainya.<br />
Allah berfirman :<br />
“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan, ia amat kikir. Kecuali orang-orang yang mengerjakan sholat. Yang mereka itu tetap mengerjakan sholatnya.” (QS. Al Ma’arij : 19 – 23)<br />
10.	Sholat mendidik kita untuk disiplin mempergunakan waktu.<br />
11.	Sholat memperkokoh tali persaudaraan dan silaturahmi sesama muslim.</p>
<p>B.  Bahaya Meninggalkan/Melalaikan Shalat<br />
Yang termasuk melalaikan sholat adalah menunda-nunda sholat tanpa ada alasan yang syar’I, sholat dengan tidak khusyu’, menyia-nyiakan pelaksanaan sholat, menganggap enteng ibadah sholat, sering meninggalkan sholat dan semacamnya. Adapun sanksi hukum bagi orang yang melalaikan / meninggalkan sholat tanpa halangan syara’ adalah :<br />
1.	Orang yang menunda-nunda sholatnya, maka Allah akan menunda-nunda ia untuk dimasukkan ke dalam surga.<br />
2.	Orang yang meninggalkan sholat akan disiksa dengan berlipat ganda menjadi 2 kali lipat.<br />
3.	Akan dimasukkan ke dalam Neraka dengan penuh macam siksaan yang mengerikan.<br />
Allah berfirman :<br />
“Apakah yang menyebabkan kamu dimasukkan ke dalam neraka Saqor ? Mereka menjawab : “Kami dulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan sholat.” (QS. Al Muddatsir : 42 – 43)<br />
Nabi  Muhammad SAW bersabda :<br />
Dari Ali bin Abi Tholib berkata : “Saya pernah mendengarkan Rosulullah SAW bersabda : “Tidak ada seorang hamba yang beriman yang meninggalkan sholat dan sama sekali tidak mengerjakan melainkan Allah menulis di dahinya dengan tulisan : “inilah orang yang keluar dari rahmat Allah. “Oleh karena itu aku bebas daripadanya, Kemudian apabila seorang hamba meninggalkan satu sholat fardhu, maka namanya tertulis di pintu neraka.”<br />
4.	Sholat itu adalah tiangnya agama. Orang yang meninggalkan sholat berarti Ia telah merobohkan agamanya.<br />
5.	Sholat adalah amal ibadah pertama yang dilihat Allah. Jika sholat kita jelek, maka sholat dan semua amal ibadah kita dianggap jelek dan tidak akan diterima oleh Allah.<br />
6. 	Pada hari kiamat, orang yang meninggalkan sholat, tangannya akan dibelenggukan di lehernya lalu malaikat memukulinya.<br />
7.	Di akhirat nanti, orang yang meninggalkan sholat tidak akan bisa melihat Nabi Muhammad sehingga tidak bisa mendapatkan syafaat dari beliau.<br />
8.	Orang yang meninggalkan sholat, maka ia akan dianggap kafir oleh Allah sehingga bukan termasuk umatnya Nabi Muhammad.<br />
9.	Orang yang meninggalkan sholat, maka ia akan mendapatkan banyak siksaan. Siksaan itu antara lain  siksaan di dunia,  siksaan ketika meninggal,  siksaan di alam kubur,  siksaan saat hari kiamat dan siksaan di akhirat kelak.<br />
Diantara siksaan itu misalnya :<br />
a.	semua amal baiknya tidak diterima oleh Allah.<br />
b.	Doanya tidak akan dikabulkan oleh Allah<br />
c.	Allah akan mempersempit kuburannya<br />
d.	Allah akan membakarnya di alam kubur<br />
e.	Allah akan memberikan siksaan yang pedih kepadanya di neraka.</p>
<p>Sungguh mengerikan sekali siksaan Allah bagi orang yang sengaja meninggalkan / melalaikan sholat. Oleh karena itu, marilah kita selalu menjaga sholat kita.<br />
Ada 1 riwayat menceritakan bahwa apabila tiba hari kiamat, ketika dikumpulkan di Padang Mahsyar, maka ada 1 umat yang berwajah seperti bintang berkilauan. Lalu malaikat bertanya kepada mereka : “Amal apa yang membuat wajahmu seperti bercahaya ?” Mereka menjawab :<br />
“setelah kami mendengar adzan, kami terus berwudhu dan kami tidak disibukkan dengan hal lainnya.”<br />
Kemudian ada 1 golongan yang berwajah seperti bulan, lalu malaikat bertanya kepada mereka : “Amal apa yang membuat wajahmu seperti itu ?” Mereka menjawab : “Kami selalu berwudhu sebelum tiba waktu sholat.”<br />
Selain itu ada 1 golongan yang berwajah sepereti matahari. Lalu malaikat bertanya kepada mereka : “Amal apa yang menyebabkan wajahmu seperti matahari ?” Mereka menjawab : “Setiap kami mendengar adzan, kami selalu berada di masjid.”<br />
Dari berbagai penjelasan itu, kita bisa mengetahui bahwa sangat besar keuntungan sholat berjama’ah. Bila ada seorang makmum yang tidak khusyu’ dan tidak sempurna sholatnya padahal ia telah berusaha agar sholatnya itu khusyu’, maka Allah akan menyempurnakan sholatnya.<br />
Oleh karena itu, agar sholat kita menjadi lebih sempurna, sebaiknya kita kerjakan dengan berjama’ah di masjid.<br />
Rosulullah bersabda :<br />
“Tidak sempurna sholat bagi orang yang bertetangga dengan masjid, kecuali di masjid.”<br />
C. Hal-hal yang Membatalkan Sholat<br />
Selain berbicara, bergerak yang bukan gerakan sholat, makan, buang angin, sholat akan batal dengan sendirinya apabila pada waktu sholat ada perempuan hadh lewat di depan kita, keledai, dan anjing hitam bila di hadapannya tidak diletakkan sejenis pelana sebagai pembatas.<br />
Rasulullah bersabda:<br />
”Shalat seseorang menjadi putus apabila dilewati perempuan (haidh), keledai, dan anjing hitam bila di depannya tidak diletakkan pembatas sejenis pelana.”Kata Abu Dzar:Saya bertanya:”Wahai Rasululla, apa bedanya anjing hitam dengan anjing warna lain?”Sabdanya:Anjing hitam adalah setan.” HR. Muslim,Abu Dawud,dan Ibnu Khuzaimah.<br />
SARAN :<br />
1.	bagi mentor sebaiknya benar-benar fokus pada materi ini ,perbanyaklah referensi, pastikan adiknya bisa sholat dengan benar, semisal gimana caranya menjadi makmum masbuk (terlambat), cara duduknya, posisi shof harus rapat-tumit dengan tumit, bahu dengan bahu dan jangan saling mendzolimi maksudnya karena terlalu rapat sehingga sulit untuk bergerak bahkan injak-injakkan. pernahkan?? dan juga posisi shof baik ikhwan maupun akhwat, terus juga hal-hal yang sebenarnya bukan rukun sholat semisal salam-salaman, dan kesalahan-kesalahan lain yang biasa dilakukan.<br />
2.	khusus mentor ikhwan pahamkan ke adiknya bahwa bagaimanakah adab kita ketika sholat jumat menjelang, berlangsung-khotib kutbah, dan ketika mau mulai sholat biasanya yang terjadi adik-adik sengaja untuk menunda-nunda ibadah sholat jumat, masih ingat kasus kemaren yang cukup membuat malu temen-temen KSAI ketika adik-adik ribut padahal khotib sedang khotbah dan akhirnya Pak Zaenal marah besar hingga berteriak keras sekali sambil menggedor pintu masjid. Kemudian ketika sholat akan dimulai ajari mereka jangan ribut karena sesungguhnya khotbah dan sholat ada dalam satu rangkaian, so ya nggak boleh ngomong. TOLONG BENER-BENER DIPERHATIKAN. JANGAN SAMPAI TERJADI LAGI!!!.</p>
<p>*********</p>
<p>Maroji’<br />
1.	Matdawam, M. Noor. Buku Ajar MKPK Pend. Agama Islam. Fakultas Filsafat UGM. Yogyakarta : 2003<br />
2.	Imam Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan. Sholat Mencegah Kemungkaran. Titian Illahi Press. Yogyakarta : 1995<br />
3.	Ghanim, As Sadlan. Tuntunan Praktis Sholat Berjama’ah. At Tibyan. Solo : 2002<br />
4.	Muhammad Nashiruddin Al-Albani. Sifat Shalat Nabi.Media Hidayah.Yogyakarta:2001<br />
5.	Dr. Husaini A. Majid Hasyim. Syarah:Riyadhush Shalihin 3. PT Bina Ilmu.Surabaya:1993</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mentoringsma11jogja.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mentoringsma11jogja.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mentoringsma11jogja.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mentoringsma11jogja.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mentoringsma11jogja.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mentoringsma11jogja.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mentoringsma11jogja.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mentoringsma11jogja.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mentoringsma11jogja.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mentoringsma11jogja.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mentoringsma11jogja.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mentoringsma11jogja.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mentoringsma11jogja.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mentoringsma11jogja.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentoringsma11jogja.wordpress.com&#038;blog=15263931&#038;post=63&#038;subd=mentoringsma11jogja&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/2010/11/03/sholat-materi-mentoring-5-november-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0feee2574ec60b62d3e6d498dddcb12b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">insansma11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hal-hal yang Melemahkan dan Menguatkan Iman</title>
		<link>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/2010/10/28/hal-hal-yang-melemahkan-dan-menguatkan-iman/</link>
		<comments>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/2010/10/28/hal-hal-yang-melemahkan-dan-menguatkan-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Oct 2010 01:19:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>insansma11</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Mentoring]]></category>
		<category><![CDATA[Alloh]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[dzikrul maut]]></category>
		<category><![CDATA[fluktuasi iman]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[kuat]]></category>
		<category><![CDATA[lemah]]></category>
		<category><![CDATA[ma'ruf]]></category>
		<category><![CDATA[maksiat]]></category>
		<category><![CDATA[muhasabah]]></category>
		<category><![CDATA[muhasabah diri]]></category>
		<category><![CDATA[munajat]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[tali ukhuwah]]></category>
		<category><![CDATA[tawadu']]></category>
		<category><![CDATA[teladan]]></category>
		<category><![CDATA[tertawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[HAL-HAL YANG MELEMAHKAN DAN MEMPERKUAT IMAN 1. HAL YANG MELEMAHKAN IMAN Fluktuasi Iman * Secara fitrah manusi memiliki kecenderungan untuk berbuat fujur (dosa) dan ketaqwaan (QS.91 : 9-10) Hal ini mengakibatkan keimanan seseorang mengalami fluktuasi (terkadang naik terkadang turun). &#8221; Keinginan itu bisa bertambah atau berkurang. Maka perbaharui iman kalian dengan Laa Ilaaha Illallah. (HR. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentoringsma11jogja.wordpress.com&#038;blog=15263931&#038;post=59&#038;subd=mentoringsma11jogja&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>HAL-HAL YANG MELEMAHKAN DAN MEMPERKUAT IMAN</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>1. </strong><strong>HAL YANG MELEMAHKAN IMAN</strong></p>
<p><strong>Fluktuasi Iman<br />
</strong>* Secara fitrah manusi memiliki kecenderungan untuk berbuat fujur (dosa) dan ketaqwaan (QS.91 : 9-10) Hal ini mengakibatkan keimanan seseorang mengalami fluktuasi (terkadang naik terkadang turun). &#8221; Keinginan itu bisa bertambah atau berkurang. Maka perbaharui iman kalian dengan Laa Ilaaha Illallah. (HR. Ibnu Islam)<br />
<span id="more-59"></span><br />
<strong>Fenomena lemahnya iman<br />
</strong>1. Terjerumus dalam kemaksiatan</p>
<p>Suatu perbuatan yang sering dilakukan dapat membentuk sebuah kebiasaan. Begitu pula dengan kemaksiatan. Bila sering dilakukan ia pun akan menjadi sebuah kebiasaan, yang jika terbiasa seseorang akan berani berbuat secara terang-terangan.</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="12" valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="12" valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>2. Tidak tekun dan bermalas-malasan dalam beribadah</p>
<p>Salah satu ketidaktekunan dalam beribadahialah tidak khusu&#8217; (konsentrasi) dalam mengerjakannya. Contoh : tidak khusu&#8217; dalam shalat, membaca Al-Qur&#8217;an, berdoa dan lain-lain. Sehingga ibadah tersebut dilakukan dengan jiwa yang kosong tanpa Ruh (QS.4 :142). Padahal dalam sebuah hadits dikatakan : &#8221; Tidak akan diterima doa dari hati yang lalai dan main-main&#8221; (HR. Tirmidzi)</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="12" valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="12" valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>3. Memudarnya tali ukhuwah</p>
<p>Tidak memperhatikan urusan kaum muslimin. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa orang-orang mukmin itu bagai satu tubuh. Dari An-Nu&#8217;man Bin Basyir ra. katanya Rasullullah SAW bersabda : &#8221; Orang-orang mukmin itu laksana satu tubuh manusia. Bila matanya sakit maka sakitlah seluruh tubuhnya atau bila kepalanya sakit maka sakitlah seluruh tubuhnya.&#8221; (HR. Muslim)</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="12" valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="12" valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>4. Terputusnya tali persaudaraan di antara dua orang yang semula bersaudara.</p>
<p>&#8220;Tidak selayaknya dua orang yang saling mengasihi karena Allah &#8216;Azza Wa Jalla, atau karena Islam, lalu keduanya dipisahkan oleh permulaan dosa yang dilakukan salah seorang antara keduanya&#8221; (HR. Bukhari)</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="12" valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="12" valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>5. Terpaut kepada urusan duniawi dan terlalu mencintainya (QS. 75:20-21)<br />
6. Mengeluh dan takut akan musibah (QS. 70:19-21)</p>
<p>&#8221; Janganlah kamu sekali-kali mencela yang ma&#8217;ruf sedikitpun, meski engkau hanya menuangkan air ke dalam bejana seseorang yang hendak menimba air. Atau meski engkau hanya berbicara dengan saudaramu sedang wajahmu tampak berseri kepadanya.&#8221; (HR. Ahmad)</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="12" valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="12" valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>7. Mencela yang ma&#8217;ruf dan tidak mau memperhatikan kebaikan-kebaikan yang kecil.<br />
8. Banyak berdebat dan bertikai yang mematikan hati. Akibatnya hati menjadi keras dan kaku.</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="12" valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="12" valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Sebab-sebab Lemahnya Iman</strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">1.</td>
<td valign="top">Jauh dari suasana atau lingkungan iman dalam waktu yang lama   (QS.57 :16)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">2.</td>
<td valign="top">Jauh dari pelajaran dan teladan yang baik</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">3.</td>
<td valign="top">Jauh dari menuntut ilmu syariat yang dapat membangkitkan iman   didalam hati penuntutnya &#8220;Ilmu itu adalah yang menghidupkan (Ruh) Islam   dan tiangnya iman. (HR. Abu Daud)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">4.</td>
<td valign="top">Berada ditengah lingkungan yang penuh kemaksiatan.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="12" valign="top"></td>
<td valign="top">Rasulullah Saw bersabda : &#8221; Sesungguhnya jika seseorang   mukmin berbuat dosa maka terjadilah di hatinya sebuah titik hitam, jika ia   beristighfar, maka bersihlah kembali hatinya. Jika tidak bertaubat dan   bertambah terus amal jahatnya maka bertambah banyaklah titik hitam tadi   sehingga tertutup hatinya. &#8220;</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="12" valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">5.</td>
<td valign="top">Tenggelam dalam kesibukkan dunia.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="12" valign="top"></td>
<td valign="top">&#8220;Cukuplah bagi salah seorang diantara kamu selagi ia di   dunia hanya seperti bekal orang yang mengadakan perjalanan. (HR.Thabrani)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">6.</td>
<td valign="top">Sibuk mengurusi harta benda, istri dan anak-anak (QS. 8:28,3:14)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">7.</td>
<td valign="top">Panjang angan-angan (Berangan yang muluk-muluk) (QS,15:3)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="12" valign="top"></td>
<td valign="top">Ali ra pernah berkata : &#8221; Sesungguhnya sesuatu yang paling   aku takutkan atas diri kalian ialah men=gikuti hawa nafsu dan angan-angan   yang muluk. Mengikuti hawa nafsu akan menghalangi dari kebenaran, sedangkan   angan-angan yang muluk akan melupakan akhirat.&#8221;</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">8.</td>
<td valign="top">Berlebih-lebihan dalam masalah makan, tidur, berjaga di waktu   malam, berbicara, bergaul, dan juga tertawa.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&#8220;Janganlah kamu sekalian memperbanyak tertawa karena banyak tertawa dapat mematikan hati.&#8221; (HR.Ibnu Majah)</p>
<p><strong>DISKUSI</strong><br />
Mengapa pudarnya tali Ukhuwah menjadi salah satu fenomena lemahnya iman ? (Untuk mentor : Dengan pudarnya tali ukhuwah, maka hilanglah kesempatan kita untuk saling bertaushiyah. sedangkan taushiyah dibutuhkan sebagai sarana pengingat di kala seseorang merasa keimanannya menurun atau melemah.)</p>
<p><strong>2. Hal-hal yang menguatkan iman</strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">1.</td>
<td valign="top">Menuntut ilmu, yaitu ilmu yang menyebabkan bertambahnya pengetahuan   dan keyakinan tentang iman (QS.35 : 28)<span style="font-size:13px;line-height:19px;"> </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">2.</td>
<td valign="top">Menyimak atau mentadaburkan Al-Qur&#8217;an (QS.17 : 282)<span style="font-size:13px;line-height:19px;"> </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">3.</td>
<td valign="top">Dzikir dan Fikir<span style="font-size:13px;line-height:19px;"> </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">4.</td>
<td valign="top">Dzikir adalah mengingat Allah beserta sifat-sifatnya, hal-hal   yang menyangkut keagungannya dan membaca kalam-Nya (QS.33 : 41, 8 : 4)<span style="font-size:13px;line-height:19px;"> </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">5.</td>
<td valign="top">Fikir adalah aktivitas yang mengacu kepada renungan terhadap   ciptaan Allah, ayat-ayat-Nya dan mukjizatnya (QS.3 : 190-191)<span style="font-size:13px;line-height:19px;"> </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">6.</td>
<td valign="top">Mengikuti dan komitmen terhadap Halaqah dzikir. &#8221; Tidaklah   segolongan orang duduk seraya menyebut Allah melainkan para malaikat   mengelilingi mereka, rahmat meliputi mereka, ketentraman hati turun kepada   mereka dan Allah menyebut mereka termasuk ke dalam golongan yang berada   disisinya.&#8221; (HR. Muslim)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">7.</td>
<td valign="top">Memperbanyak amal saleh yang harus diperhatikan yaitu :<span style="font-size:13px;line-height:19px;"> </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">a.</td>
<td valign="top">Sesegera mungkin melaksanakan amal-amal saleh (QS.3 : 33, 57 :   21, 22: 90) dan hadits : &#8221; Pelan-pelan (berhati-hati) dalam segala   sesuatu adalah baik kecuali didalam amal akhirat ( HR.Abu Daud)<span style="font-size:13px;line-height:19px;"> </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">b.</td>
<td valign="top">Melakukannya secara terus menerus &#8221; Allah menyukai amalan   yang walaupun sedikit tapi dikerjakan secara terus menerus (HR.Bukhari)<span style="font-size:13px;line-height:19px;"> </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">c.</td>
<td valign="top">Tidak merasa bosan. maksudnya kerjakanlah ibadah sesuai dengan   kemampuan &#8221; Sesungguhnya agama itu adalah mudah dan tidaklah agama itu   dikeraskan oleh seseorang melainkan justru ia akan dikalahkan. Maka   berbuatlah yang lurus dan sederhana.&#8221; (HR Bukhari)<span style="font-size:13px;line-height:19px;"> </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">d.</td>
<td valign="top">Mengulang amalan yang tertinggal dan terlupakan. &#8221; Barang   siapa yang tertidur hingga ketinggalan bacaan wiridnya dari sebagian malam   atau dari sebaian bacaan wirid, lalu di membacanya lagi antara shalat subuh   dan shalat dzuhur maka ditetapkan baginya seakan-akan ia membacanya pada   waktunya. &#8221; (HR. An-Nasai&#8217;)<span style="font-size:13px;line-height:19px;"> </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">8.</td>
<td valign="top">Berharap amalnya diterima Allah dan merasa cemas jika amalannya   tidak diterima Allah Swt<span style="font-size:13px;line-height:19px;"> </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">9.</td>
<td valign="top">Lakukan berbagai macam ibadah. &#8221; Barang siapa yang   menafkahi dua istri dijalan Allah, maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu   sorga,&#8217; Wahai hamba Allah ini adalah baik&#8217; lalu barangsiapa yang menjadi   orang yang benyak mendirikan shalat maka ia dipanggil dari pintu shalat.   Barangsiapa menjadi orang yang banyak berjihad maka ia dipanggil dari pintu   jihad. Barang siapa menjadi orang yang banyak melakukan shaum, maka ia   dipanggil dari pintu Ar-Rayyan. Barang siapa menjadi orang yang banyak mengeluarkan   shodaqoh maka ia dipanggil dari pintu shadaqah.&#8221; (HR. Bukhari). Berbakti   kepada orang tua adalah pertengahan dari pintu surga.&#8221;(HR Tirmidzi)<span style="font-size:13px;line-height:19px;"> </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">10.</td>
<td valign="top">Dzikrul maut.&#8221; Perbanyaklah mengingat pemutus segala   kenikmatan, yaitu kematian.&#8221; (HR. Tirmidzi) &#8220;Dulu aku melarangmu   menziarahi kubur, ketahuilah, sekarang ziarahilah kubur karena hal itu dapat   melunakkan hati, membuat mata menangis, mengingatkan hari akhirat dan   janganlah kamu mengucapkan kata-kata yang kotor.&#8221; (HR.Hakim)<span style="font-size:13px;line-height:19px;"> </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">11.</td>
<td valign="top">Mengingat akhirat, yaitu mengingat nikmatnya surga dan keras   atau pedihnya neraka (QS.56 : 75, 78)<span style="font-size:13px;line-height:19px;"> </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">12.</td>
<td valign="top">Bernunajat kepada Allah dan pasrah kepada-Nya. Maksudnya :   memohon kepada Allah dengan ketundukkan dan kepasrahan yang sedalam-dalamnya.<span style="font-size:13px;line-height:19px;"> </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">13.</td>
<td valign="top">Tidak berangan-angan secara muluk-muluk (QS.26 : 205-207,10 :   45)<span style="font-size:13px;line-height:19px;"> </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">14.</td>
<td valign="top">Memikirkan kehinaan dunia(QS.3 : 185) Hadits : &#8221; Dunia itu   terlaknat, dan terlaknat pula apa yang ada didalamnya, kecuali dzikrullah dan   apa yang membantunya atau orang yang berilmu atau orang yang mencari ilmu.&#8221;   (HR. Ibnu Majah)<span style="font-size:13px;line-height:19px;"> </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">15.</td>
<td valign="top">Mengagungkan hal-halyang terhormat disisi Allah . (QS.22 :   30,32)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">16.</td>
<td valign="top">Al Wala Wal Bara artinya : saling tolong menolong dan loyal   kepada sesama muslim dan memusuhi orang-orang kafir (QS.5 : 2)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">17.</td>
<td valign="top">Tawadu ( rendah hati ). &#8221; Barang siapa menanggalkan pakaian   karena merendahkan diri kepada Allah padahal ia mampu mengenakannya maka   Allah akan memanggilnya pada hari kiamat bersama para pemimpin makhluk,   sehingga ia diberi kebebasan memilih diantara pakaian-pakaian iman mana yang   dikehendaki untuk dikenakannya.&#8221; (HR. Ath.Thirmidzi)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">18.</td>
<td valign="top">Muhasabah diri ( QS.59 : 18)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="25" valign="top">19.</td>
<td valign="top">Doa (QS.2 : 186)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>DISKUSI</strong><br />
Dapatkah kita bekerja sama dalam meningkatkan keimanan kita? Caranya ?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber</p>
<p>SUPER MENTORING SENIOR</p>
<p>Novi Hardian &amp; Tim ILNA YOSEN (Youth Center)</p>
<p>2004</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mentoringsma11jogja.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mentoringsma11jogja.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mentoringsma11jogja.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mentoringsma11jogja.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mentoringsma11jogja.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mentoringsma11jogja.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mentoringsma11jogja.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mentoringsma11jogja.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mentoringsma11jogja.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mentoringsma11jogja.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mentoringsma11jogja.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mentoringsma11jogja.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mentoringsma11jogja.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mentoringsma11jogja.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentoringsma11jogja.wordpress.com&#038;blog=15263931&#038;post=59&#038;subd=mentoringsma11jogja&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/2010/10/28/hal-hal-yang-melemahkan-dan-menguatkan-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0feee2574ec60b62d3e6d498dddcb12b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">insansma11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Iman</title>
		<link>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/2010/10/21/iman/</link>
		<comments>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/2010/10/21/iman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Oct 2010 02:55:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>insansma11</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Mentoring]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[beriman]]></category>
		<category><![CDATA[hakikat iman]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[jibril]]></category>
		<category><![CDATA[karakteristik orang beriman]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[materi mentoring]]></category>
		<category><![CDATA[rasul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[All About Iman &#160; “Tuhan, biarlah dunia ini hanya ada dalam genggaman tanganku. Jangan biarkan ia masuk ke dalam hatiku…” -doa sang khalifah, Ali bin Abi Thalib- Tujuan Umum Peserta memahami hakikat iman Peserta memahami karakteristik orang beriman Peserta tahu sebab-sebab yang dapat menambah keimanan Peserta termotivasi untuk senantiasa menjaga keimanannya Peserta tahu hal-hal penyebab [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentoringsma11jogja.wordpress.com&#038;blog=15263931&#038;post=55&#038;subd=mentoringsma11jogja&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>All About Iman</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Tuhan, biarlah dunia ini</p>
<p>hanya ada dalam genggaman tanganku.</p>
<p>Jangan biarkan</p>
<p>ia masuk ke dalam hatiku…”</p>
<p>-doa sang khalifah, Ali bin Abi Thalib-</p>
<p><span id="more-55"></span></p>
<p><strong>Tujuan Umum</strong></p>
<ol>
<li>Peserta memahami hakikat iman</li>
<li>Peserta memahami karakteristik orang beriman</li>
<li>Peserta tahu sebab-sebab yang dapat menambah keimanan</li>
<li>Peserta termotivasi untuk senantiasa menjaga keimanannya</li>
<li>Peserta tahu hal-hal penyebab menurunnya keimanan</li>
<li>Peserta bisa membentengi diri dari hal-hal penyebab lemahnya iman</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Tujuan Khusus</strong></p>
<p>Peserta mampu mensyukuri kemudian berkomitmen untuk tidak menyia-nyiakannya</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Metode: Materi</p>
<p>Tilawah Q.S. Al Mu’minun 1-11</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya dan orang-orang yang menjadikan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. Dan orang-orang yang menunaikan zakat. Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. Kecuali terhadap istri-istri mereka dan budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa yang mencari di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yangmemelihara amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang yangmewarisi (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. (Q.S. 23:1-11</em>)</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>MALAIKAT JIBRIL</strong></p>
<p>Dari Umar r.a., juga telah berkata,“Ketika kami duduk dekat Rasulullah saw. Pada suatu hari maka dengan tiba-tiba terlihat oleh kami seorang laki-laki yang memakai pakaian yang sangat putih, berambut sangat hitam, tidak tampak padanya tanda-tanda perjalanan dan tidak seorang pun di antara kami yang mengenalnya, lalu ia duduk di hadapan Nabi saw. Dan meletakkan tangannya di atas paha Nabi saw., kemudian ia berkata,“Hai Muhammad, jelaskanlah padaku tentang Islam.“ Maka jawab Rasulullah….Lalu dia bertanya kembali, Tolong jelaskan padaku tentang iman.“ Jawab Nabi,“Hendaklah engkau beriman kepada Allah, malaikatNya, kitab-kitabNya, utusan-utusanNya, hari kiamat dan hendaklah engkau beriman kepada qadar yang baik dan buruk.“ Orang itu berkata,“Engkau benar“. Dia bertanya kembali ,“maka beritahukanlah padaku tentang ihsan“ jawab Nabi,“Hendaklah engkau beribadah hanya kepada Allah seolah-olah engkau dapat melihatNya maka sesungguhnya Ia melihat engkau“. Kemudian orang itu pergi. Aku diam sejenak, kemudian Nabi saw. Berkata,‘‘Wahai Umar tahukah engkau siapakah yang bertanya tadi?“ Jawabku,“Allah dan RasulNya lebih mengetahui“. Kata Nabi saw.,“Dia adalah Jibril as. Yang datang kepadamu untuk mengajar tentang agamamu“</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<p><strong>Hakikat Iman</strong></p>
<p>Hakikat iman menurut ulama Ahlus Sunnah yaitu :</p>
<p>1)At tasdiqu bil qalbi(membenarkan dengan hati)</p>
<p>2)Al qaulu bil lisaan (melafalkan dengan lisan)</p>
<p>3)Al ‘amalu bil arkaan/bil jawariih (melaksanakan dengan segenap    potensi(anggota badan).</p>
<p>Ketiga hal ini merupakan pengertian iman. Satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Iman adalah keyakinan dan amal.</p>
<p>Iman bukanlah <strong>angan-angan</strong>, melainkan apa yang tertanam menghunjam di dalam sanubari dan dibenarkan oleh amal. Bukan semata-mata<strong> teori</strong> sebagai konsumsi otak, yang sinarnya tidak sampai menembus hati dan tidak dapat menggerakkan iradah(keinginan). Iman juga bukan sesuatu nyang menjejali ingatan dengan istilah-istilah seperti illah, dien, taghut, ibadah, dsb. Akan tetapi, hampir semua nash Al-Quran dan hadist selalu mengaitkan antara <strong>keimanan dengan amal</strong>.</p>
<p>“Orang-orang mukmin itu hanyalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tak ragu sedikitpun dan mereka berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka. Mereka inilah orang-orang yang benar/jujur”(Q.S.49:10)</p>
<p>“Dari Anas bin Malik berkat Rasulullah saw:</p>
<p>”Tiga golongan yang merasakan manisnya iman:1) mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi dari kecintaan kepada yang lainnya, 2) mencintai orang lain hanya karena Allah dan 3) merasa benci kembali pada kekufuran setelah diselamatkan allah, sebagaimana ia benci jika dilemparkan ke dalam neraka.”(H.R. Bukhari Muslim)</p>
<p>Sekali lagi, <strong>iman dan amal</strong>. Islam adalah agama ynag berintikan pada dua hal ini. Keimanan merupakan aqidah dan pokok, sedang amal merupakan syari’at dan cabang-cabangnya dianggap sebagai buah yang keluar dari keimanan serta aqidah. Aqidah dan syari’at, keduanya sambung-menyambung, tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain, keduanya seperti buah dengan pohonnya, seperti musabab dengan sebabnya, atau seperti natijah(hasil) dengan mukadimah(pendahuluan)nya. Pernakah menemui orang yang mengaku beriman akan tetapi tidak tampak dalam amalnya? Ya, itulah orang munafik. Na’udzubillaahimindzalik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Karakteristik Orang Beriman </strong><strong>(tadabur Q.S Al Mu’minun 1-11) </strong></p>
<p>Pada ayat 1-9 Q.S Al Mu’minun Allah menjelaskan karakteristik orang beriman, yaitu:</p>
<p>1.<em> Khusyuk dalam sholat. Yang dimaksud khusyuk dalam sholat:</em></p>
<ul>
<li>mengerti bacaan-bacaan dalam sholat</li>
<li>memusatkan perhatian pada waktu sholat hanya pada Allah              serta dengan   mengikhlaskan ketaatan. (Q.S. 7:29) “Katakanlah: “Rabbku menyuruh menjalankan keadilan” dan (katakanlah): “Luruskan muka (diri)mu disetiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepadaNya…..””</li>
<li>ikhsan dalam sholat, yaitu beribadah hanya kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Sekalipun engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Ia melihat engkau (Hadist Arba’in 2)</li>
<li>Tenang dan konsentrasi</li>
</ul>
<p>Kisah:</p>
<p>Di tengah melakukan shalat Ya’kub Qary, sorbannya dicuri orang (pencuri), kawannya tahu bahwa sorban tersebut milik Ya’kub, lalu kawanan pencuri itu menasehati agar mengembalikan saja, takut tertimpa musibah (akibat) do’a Ya’kub, lalu pencuri tersebut langsung mengembalikan sorban Ya’kub dan Ya’kub masih belum selesai salat. Setelah salam pencuri tersebut meminta maaf pada Ya’kub dan kata Ya’kub: “ tidak terasa bagiku siapa yang mengambil dan mengembalikan sorbanku ini.”</p>
<p>(Tanbihul Gafilin)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>2. Men<em>jauhkan diri dari perbuatan dan perkataan tak berguna. </em></p>
<ul>
<li>Menjauhkan diri dari perkataan yang tidak berguna</li>
</ul>
<p>Dari Abu Hurairah r.a. sesungguhnya Rasulullah saw telah  bersabda”Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam”(H.R. Bukhari&amp;Muslim)</p>
<ul>
<li>Menjauhkan diri dari perbuatan yang tidak berguna, yaitu dengan menjaga waktu dan umur agar jangan sia-sia.</li>
</ul>
<p>Dari Abu Hurairah r.a. telah berkata,”Telah bersabda Rasulullah      saw:”Sebagian kebaikan keislaman seseorang adalah     meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.”</p>
<p>Allah mencatat seluruh perbuatan manusia di dunia, tanpa kecuali(Q.S.45:29)“(Allah berfirman):&#8221;Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang kamu kerjakan.“ dan setiap manusia akan bertanggungjawab terhadap apa yang telah diperbuatnya di dunia(Q.S. 17:36)“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.“ Satu hal yang perlu digaris bawahi yaitu, kematian yang pasti akan mendatangi kita semua, waktunya tidak dapat dimajukan atau ditunda(Q.S.10:49)“….Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya)“</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><em>3. </em><em>Menunaikan zakat</em></li>
</ol>
<p>Manfaat zakat bagi orang mukmin adalah yang pertama, membersihkan diri dari sifat kikir dan cinta yang berlebihan pada dunia (9:103)”Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka…” karena dunia ini hanyalah suatu permainan dan senda gurau(29:64)”Dan tidak adalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” yang seringkali melalaikan manusia dari kehidupan yang kekal di akhirat nanti(35:5)”Hai manusia sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali jaganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganla syaithan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah”. Kedua, menyucikan hati sehingga tumbuh sifat-sifat kebaikan dalam hati (9:103)</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><em>4. </em><em>menjaga kemaluan dari perbuatan keji zina</em></li>
</ol>
<p>Zina termasuk dosa besar dan buruk (Q.S. 17:32). Imam Ahmad berkata<em>”Saya tidak dapat mengetahui setelah pembunuhan ada dosa besar daripada perzinaan“.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><em>Menahan pandangan dan memelihara kemaluan24:30-31</em>). Barangsiapa berbuat di luar itu, Allah menyebutnya sebagai orang yang melampaui batas.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><em>6. </em><em>Memelihara amanat dan menepati janji</em></li>
</ol>
<p><em>“Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga, yaitu apabila berbicara dusta, apabila berjanji ingkar, dan apabila dipercaya khianat”</em>(H.R. Syaikhani dari Abu Hurairah r.a.)</p>
<p>Orang-orang yang memelihara amanat dan janjinya akan dijanjikan Allah dengan balasan surga(70:32-35)</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><em>7. </em><em>Memelihara Sholat</em></li>
</ol>
<p>Shalat adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang yang beriman(4:103). Selain itu, perintah untuk memelihara sekaligus menegakkan  sholat banyak disebutkan dalam Al-quran, diantaranya Q.S. 2:43,238; 22:41. Shalat adalah pembeda antara muslim dan musyrik kafir. Telah bersabda Rasulullah saw “<em>Beda antara muslim dan musyrik atau kafir adalah meninggalkan sholat</em>”(H.R. Muslim)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sedangkan pada ayat 10-11, <strong>Allah memberikan balasan bagi orang-orang beriman</strong> dengan sifat-sifat di atas berupa surga firdaus. Umar r.a. meriwayatkan sebuah hadist yang Rasulullah bersabda<em>”Telah diturunkan kepadaku 10 ayat, barangsiapa yang menegakkannya akan masuk surga”,</em> lalu beliau membaca 10 ayat ini dari permulaan surat Al Mu’minun</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di dalam Ash Shahihaini, dari perkataan Hamman bin Munabih dari Abu Hurairah r.a. dia berkata,“Rasulullah saw. Bersabda<em>,‘Rombongan yang pertama kali masuk surga, rupa mereka seperti rupa bulan pada malam bulan purnama. Mereka tidak meludah, tidak membuang ingus dan tidak buang air di sana. Bejana dan sisir mereka dari emas dan perak. Pedupaan mereka dari kayu gaharu yang harum. Keringat mereka harum seperti minyak kesturi. Setiap orang laki-laki mempunyai dua istri, yang sumsum betisnya terlihat dari balik daging karena indahnya. Mereka tidak saling bertengkar dan tidak saling marah. Hati mereka selalu bersatu, bertasbih kepada Allah sepanjang pagi dan petang“</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>Yang Menguatkan Iman</strong></p>
<p>Rosulullah bersabada “Sesungguhnya iman itu dijadikan dalam diri seorang diantara kamu sebagaimana pakaian, maka mohonlah kepada Allah agar dia memperbaharui“. (HR Thabrani) maksudnya iman itu bisa menjadi usang dalam hati, sebagaimana pakaian.</p>
<p>Apa sajakah itu :</p>
<p>1. Menuntut ilmu, yaitu ilmu yang bermanfaat (QS 35:38)</p>
<p>2. Tadabbur Alquran</p>
<p>3. Dzikir dan fikir</p>
<p>4. Mengikuti halaqoh dzikir dan berkomitmen terhadapnya, rosul bersabda „Tidaklah segolongan orang duduk seraya menyebut Allah melainkan para malaikat mengelilingi mereka, rahmat meliputi mereka, ketentraman hati turun kepada mereka dan Allah menyebut mereka termasuk ke dalam golongan orang yang berada disisiNya (HR Muslim)</p>
<p>5. Memperbanyak amal saleh, kuncinya :</p>
<p>a. terburu-buru dalam beramal sholeh</p>
<p>b. kontinyu</p>
<p>c. tidak usah mempersulit diri</p>
<p>d. mengulang amalan yang tertinggakl dan terlupakan, sabda rosul “Barang   siapa yang tertidur hingga ketinggalan bacan wiridnya dari sbagian malam          atau dari sebagian bacaan wirid lalu dia membacanya lagi antara sholat   subuh dan sholat dhuhur , maka ditetapkan baginya seakan-akan dia             membacanya pada malam hari itu juga (HR An Nasa’i)“</p>
<p>e. berharap amalannya diterima Allah</p>
<p>6. melakukan berbagai macam ibadah wajib dan sunnah</p>
<p>7. dzikrul maut</p>
<p>8. mengingat akhirat, surga dan neraka</p>
<p>9. bermunajad kepada Allah, berdoa penuh kepasrahn</p>
<p>10. tidak tinggi angan-angan</p>
<p>11. saling tolong menolong dan loyal dan memusuhi orang-orang kafir (wala’ wal bara’)</p>
<p>12. tawadhu’, dll</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Yang Melemahkan Iman</strong></p>
<p>Fluktuasi iman adalah suatu fitrah manusia tinggal bagaimana kita menyiasatinya dengan bijak.</p>
<p>apa aja sih? ini dia:</p>
<p>1. jauh dari suasana iman dalam waku yang lama</p>
<p>2. jauh dari pelajaran dan teladan yang baik</p>
<p>3. berada dalam lingkungan yang penuh kemaksiatan</p>
<p>4. tenggelam dalam kesibukan dunia</p>
<p>5. sibuk mengurusi harta benda dan anak-anak</p>
<p>6. panjang angan-angan</p>
<p>7. berlebihan dalam makan, tidur, begadang, bergaul, dsb</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Fenomena lemahnya iman :</p>
<p>1. Terjerumus dalam kemaksiatan</p>
<p>Suatu perbuatan yang sering dilakukan dapat membentuk kebiasaan</p>
<p>2. Tidak tekun dan malas-malasan beribadah</p>
<p>Contohnya sholat tidak khusyuk, jiwanya kosong tidak memahami isi           bacaannya</p>
<p>3. Memudarnya tali ukhuwah, padahal :</p>
<p>“Orang-orang mukmin itu bagaikan satu tubuh. Bila matanya sakit maka sakitlah seluruh tubuhnya atau bila kepalanya sakit maka sakitlah seluruh tubuhnya“ (HR Muslim)</p>
<h1>Diskusi</h1>
<p>Di atas telah disebutkan sifat-sifat orang yang beriman, sekarang apakah anda termasuk orang yang memiliki sifat-sifat tersebut yang membuat anda pantas masuk surga Firdaus? Bila belum, langkah apa yang dapat anda lakukan untuk mencapai hal itu?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Maroji‘</strong></p>
<ol>
<li>AL Faqih Abu Laits Samarqandi, Tanbihul Ghafilin</li>
<li>Al Quran Al Karim</li>
<li>Novi Hardian &amp; Tim ILNA Learning Center,Super Mentoring</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>di ambil dari Softcopy materi mentoring KSAI Al Uswah SMA Negeri 1 Yogyakarta</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mentoringsma11jogja.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mentoringsma11jogja.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mentoringsma11jogja.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mentoringsma11jogja.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mentoringsma11jogja.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mentoringsma11jogja.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mentoringsma11jogja.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mentoringsma11jogja.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mentoringsma11jogja.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mentoringsma11jogja.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mentoringsma11jogja.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mentoringsma11jogja.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mentoringsma11jogja.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mentoringsma11jogja.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentoringsma11jogja.wordpress.com&#038;blog=15263931&#038;post=55&#038;subd=mentoringsma11jogja&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/2010/10/21/iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0feee2574ec60b62d3e6d498dddcb12b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">insansma11</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>perjuangan : sebuah kegigihan yang harus kita lakukan untuk menuju tujuan kita</title>
		<link>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/2010/10/14/perjuangan-sebuah-kegigihan-yang-harus-kita-lakukan-untuk-menuju-tujuan-kita/</link>
		<comments>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/2010/10/14/perjuangan-sebuah-kegigihan-yang-harus-kita-lakukan-untuk-menuju-tujuan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Oct 2010 03:57:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>insansma11</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Mentoring]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[ali]]></category>
		<category><![CDATA[ali bin abi thalib]]></category>
		<category><![CDATA[batu]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[berlubang]]></category>
		<category><![CDATA[bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[dungu]]></category>
		<category><![CDATA[erosi]]></category>
		<category><![CDATA[harta]]></category>
		<category><![CDATA[hebat]]></category>
		<category><![CDATA[ibnu hajar]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[kitab]]></category>
		<category><![CDATA[pintar]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<category><![CDATA[ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[alkisah, ada anak yang lelet banget kalo disuruh belajar. di kelas, kebiasaannya adalah nggak paham dengan pelajaran. hasilnya ia pun menjadi murid terbodoh di kelasnya. dan ia benar-benar stres dengan situasi ini. bener-bener ia nggakbisa cuex begitusaja ngadepin semua itu. ia ebner-bener bukan tipikal &#8220;cuex is the best&#8221; apalagi ngelebihin bebek, enthog, angsa dan unggas-unggas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentoringsma11jogja.wordpress.com&#038;blog=15263931&#038;post=51&#038;subd=mentoringsma11jogja&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>alkisah, ada anak yang lelet banget kalo disuruh belajar. di kelas, kebiasaannya adalah nggak paham dengan pelajaran. hasilnya ia pun menjadi murid terbodoh di kelasnya. dan ia benar-benar stres dengan situasi ini. bener-bener ia nggakbisa cuex begitusaja ngadepin semua itu. ia ebner-bener bukan tipikal &#8220;cuex is the best&#8221; apalagi ngelebihin bebek, enthog, angsa dan unggas-unggas lainnya, hingga suatu kali&#8230;</p>
<p><span id="more-51"></span>ia memutuskan untuk pergi saja dari sekolahnya.  &#8220;aku sudah tidak tahan lagi menghadapi semua ini. emang duah nasibku jadi orang bodoh. beginilah orang bodoh. sungguh menderita, nggak pernah bisa ngerti apa-apa&#8230;&#8221;. begitulah ia mengutuki dirinya sendiri. lalu dengan tekad bulat, kotak, dan segitiga; ia pun packing untuk ninggalin sekolahan.</p>
<p>begitulah. setelah lama berjalan, badannya pun mulai kecapekan. lalu ia pun beristirahat di pinggir sebuah sungai. NAH, saat itulah ia nyaksiin peristiwa yang teramat penting dalam sejarah hidupnya. peristiwa yang akan merubah nasibnya. peristiwa yang tertangkap oleh matanya.</p>
<p>matanya tertumbuk, BUK!! pada suatu pemandangan yang menakjubkan. yah minimah bagi dia sendiri hehe&#8230;</p>
<p>ternyata eh ternyata. ia ngelihat suatu hal yang bikin ia melongo, en bikin ia nggak lagi bego. pemandangan yang akan merubah hidupnya, selamanya. pemandangan yang akan membuatnya berubah TOTAL!!</p>
<p>ia neglihat dengan cermat dan penuh minat, pada peristiwa &#8220;ajaib&#8221; yang dilihatnya sendiri. sungguh ia jadi ngrasa mendapat semangat luar biasa. yang bikin jiwanya menggelora. ia bisa. tentu ia bisa! masa&#8217; kalah sama setetes air.</p>
<p>anak itu menyaksikan sebongkah batu besar yang berlobang ditengahnya, gara-gara kena tetesan air. ya hanya dengan tetesan air yang tak kenal lelah menimpa batu besar jadi berlobang. hal tersebut membuat sang anak terpana.</p>
<p>kemudian muncullah pencerahan dalam dirinya :</p>
<p>&#8220;gue sekarang emang bodoh, bego, dungu, tolol, atau apalahnamanya. tapi gue kan amnusia yang masih dikasih hidup ama Alloh SWT. kalo air yang terus menerus menetes ini saja bisa bikin batu keras jadi belobang, masa gue nggak bisa bikin diri gue sendiri pinter? sedungu atau sebodoh apapun gue sekarang, gue yakin kao gue terus menerus berusaha persis sama seperti tetesan air ini gue pasti bisa jadi pinter bin mahir. gue pasti bisa, asal gue nggak nyerah en etrus berusaha. Ya, GUE PASTI BISA!!!&#8221;</p>
<p>dan begitulah awalnya anak itu berubah DRASTIS. dulunya paling males, ajdi paling rajin. setiap saat yang memungkinkan, ia gunain untuk belajar. pokoknya udah kerajingan berat ia sama yang namanya bekajar. udah lezaaaattt banget deh belajar baginya.</p>
<p>dan&#8230; begitulah mulainya. dari murid paling bodoh di kelas, ia mulai nisa menyamai teman-temannya kemduian kakak kelasnya, sampai tingkat-tingkat lainnya ia lampaui bahkan mendekati kemampuan GURUnya!!</p>
<p>maka anak yang terkenal begitu bodoh kemudian berubah jadi pelajar yang teramat cerdas. ia juga berhasil menjadi ULAMA yang disegani. banyak buku yang ia tulis. itulah IBNU HAJAR AL-HAITAMI.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>keutamaan ilmu dari ALI ra.</p>
<p>ketika Ali bin Abi Thalib ditanya tentang mana yang lebih utama antara ilmu dan harta, maka beliau menjawab :</p>
<p>1. &#8220;ilmu lebih utama daripada harta, ilmu adalah pusaka para nabi, sedang harta adalah pusakan Fir&#8217;aun dan Qarun.</p>
<p>2. &#8220;ilmu lebih utama daripada harta, karena ilmu itu akan menjagamu sementara harta malah engkau yang harus menjaganya&#8221;</p>
<p>3. &#8220;ilmu lebih utama daripada harta, karena di akhirat nanti pemilik harta akan dihisab, sedang orang berilmu akan memperoleh syafaat&#8221;</p>
<p>4. &#8221; harta itu jika engkau berikan menjadi berkurang, sebaliknya ilmu jika engkau berikan malah bertambah&#8221;</p>
<p>5. &#8221; pemilik harta itu musuhnya banyak, sedangkan pemilik ilmu temannya banyak&#8221;</p>
<p>6. &#8221; harta akan hancur berantakan karena lama ditimbun zaman, ettapi ilmu tak akan rusak dan usnah walau ditimbun zaman&#8221;</p>
<p>7. &#8221; harta akan membuat hati seseorang menjadi keras, sedang ilmu malah membuat hati bercahaya&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>dapat kita lihat bahwa semangat yang terus kita bawa dalam belajar dapat membawa kita ke dalam kesuksesan. batu saja dapat kalah dengan air (air yang terus menerus berjuang melawan kerasnya batu), bahkan kalau kita lebih modernl lagi, air sudah digunakan untuk memotong baja yang notabene logam yang sangat keras melebihi kerasnya batu. bukan masalah seberapa besar semangat kita yang paling penting adalah bagaimana kita bisa kontinu dan konsisten dalam mencurahkan semangat kita dalam suatu hal, dalam hal ini kita membahas tentang belajar. Alloh SWT sudah menyediakan ilmu di alam semesta yang diciptakan-Nya. hanya saja bagaimana kita mengambil pelajaran dari segala seuatu yang ada di dunia ini.</p>
<p>mungkin cukup sekian materi minggu ini, tafadhal mau disampaikan atau tidak, namun tetap ingat bahwa minggu ini adalah minggu mid semester, lihat kondisi adik-adik mentee kita jangan sampai kewajiban belajar mereka terganggu, berilah semangat yang dapat memacu semangatnya dalam menghadapi ujian baik disekolah maupun ujian hidup.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber :</p>
<p>Bikin Belajar Selezat Coklat (Fatan Fantastic dan Dinda Denniz), Pro-U Media, 2006.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mentoringsma11jogja.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mentoringsma11jogja.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mentoringsma11jogja.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mentoringsma11jogja.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mentoringsma11jogja.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mentoringsma11jogja.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mentoringsma11jogja.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mentoringsma11jogja.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mentoringsma11jogja.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mentoringsma11jogja.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mentoringsma11jogja.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mentoringsma11jogja.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mentoringsma11jogja.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mentoringsma11jogja.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mentoringsma11jogja.wordpress.com&#038;blog=15263931&#038;post=51&#038;subd=mentoringsma11jogja&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mentoringsma11jogja.wordpress.com/2010/10/14/perjuangan-sebuah-kegigihan-yang-harus-kita-lakukan-untuk-menuju-tujuan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0feee2574ec60b62d3e6d498dddcb12b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">insansma11</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
