RSS

Iman

21 Oct

All About Iman

 

“Tuhan, biarlah dunia ini

hanya ada dalam genggaman tanganku.

Jangan biarkan

ia masuk ke dalam hatiku…”

-doa sang khalifah, Ali bin Abi Thalib-

Tujuan Umum

  1. Peserta memahami hakikat iman
  2. Peserta memahami karakteristik orang beriman
  3. Peserta tahu sebab-sebab yang dapat menambah keimanan
  4. Peserta termotivasi untuk senantiasa menjaga keimanannya
  5. Peserta tahu hal-hal penyebab menurunnya keimanan
  6. Peserta bisa membentengi diri dari hal-hal penyebab lemahnya iman

 

Tujuan Khusus

Peserta mampu mensyukuri kemudian berkomitmen untuk tidak menyia-nyiakannya

 

Metode: Materi

Tilawah Q.S. Al Mu’minun 1-11

 

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya dan orang-orang yang menjadikan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. Dan orang-orang yang menunaikan zakat. Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. Kecuali terhadap istri-istri mereka dan budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa yang mencari di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yangmemelihara amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang yangmewarisi (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. (Q.S. 23:1-11)

MALAIKAT JIBRIL

Dari Umar r.a., juga telah berkata,“Ketika kami duduk dekat Rasulullah saw. Pada suatu hari maka dengan tiba-tiba terlihat oleh kami seorang laki-laki yang memakai pakaian yang sangat putih, berambut sangat hitam, tidak tampak padanya tanda-tanda perjalanan dan tidak seorang pun di antara kami yang mengenalnya, lalu ia duduk di hadapan Nabi saw. Dan meletakkan tangannya di atas paha Nabi saw., kemudian ia berkata,“Hai Muhammad, jelaskanlah padaku tentang Islam.“ Maka jawab Rasulullah….Lalu dia bertanya kembali, Tolong jelaskan padaku tentang iman.“ Jawab Nabi,“Hendaklah engkau beriman kepada Allah, malaikatNya, kitab-kitabNya, utusan-utusanNya, hari kiamat dan hendaklah engkau beriman kepada qadar yang baik dan buruk.“ Orang itu berkata,“Engkau benar“. Dia bertanya kembali ,“maka beritahukanlah padaku tentang ihsan“ jawab Nabi,“Hendaklah engkau beribadah hanya kepada Allah seolah-olah engkau dapat melihatNya maka sesungguhnya Ia melihat engkau“. Kemudian orang itu pergi. Aku diam sejenak, kemudian Nabi saw. Berkata,‘‘Wahai Umar tahukah engkau siapakah yang bertanya tadi?“ Jawabku,“Allah dan RasulNya lebih mengetahui“. Kata Nabi saw.,“Dia adalah Jibril as. Yang datang kepadamu untuk mengajar tentang agamamu“

Hakikat Iman

Hakikat iman menurut ulama Ahlus Sunnah yaitu :

1)At tasdiqu bil qalbi(membenarkan dengan hati)

2)Al qaulu bil lisaan (melafalkan dengan lisan)

3)Al ‘amalu bil arkaan/bil jawariih (melaksanakan dengan segenap    potensi(anggota badan).

Ketiga hal ini merupakan pengertian iman. Satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Iman adalah keyakinan dan amal.

Iman bukanlah angan-angan, melainkan apa yang tertanam menghunjam di dalam sanubari dan dibenarkan oleh amal. Bukan semata-mata teori sebagai konsumsi otak, yang sinarnya tidak sampai menembus hati dan tidak dapat menggerakkan iradah(keinginan). Iman juga bukan sesuatu nyang menjejali ingatan dengan istilah-istilah seperti illah, dien, taghut, ibadah, dsb. Akan tetapi, hampir semua nash Al-Quran dan hadist selalu mengaitkan antara keimanan dengan amal.

“Orang-orang mukmin itu hanyalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tak ragu sedikitpun dan mereka berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka. Mereka inilah orang-orang yang benar/jujur”(Q.S.49:10)

“Dari Anas bin Malik berkat Rasulullah saw:

”Tiga golongan yang merasakan manisnya iman:1) mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi dari kecintaan kepada yang lainnya, 2) mencintai orang lain hanya karena Allah dan 3) merasa benci kembali pada kekufuran setelah diselamatkan allah, sebagaimana ia benci jika dilemparkan ke dalam neraka.”(H.R. Bukhari Muslim)

Sekali lagi, iman dan amal. Islam adalah agama ynag berintikan pada dua hal ini. Keimanan merupakan aqidah dan pokok, sedang amal merupakan syari’at dan cabang-cabangnya dianggap sebagai buah yang keluar dari keimanan serta aqidah. Aqidah dan syari’at, keduanya sambung-menyambung, tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain, keduanya seperti buah dengan pohonnya, seperti musabab dengan sebabnya, atau seperti natijah(hasil) dengan mukadimah(pendahuluan)nya. Pernakah menemui orang yang mengaku beriman akan tetapi tidak tampak dalam amalnya? Ya, itulah orang munafik. Na’udzubillaahimindzalik.

 

Karakteristik Orang Beriman (tadabur Q.S Al Mu’minun 1-11)

Pada ayat 1-9 Q.S Al Mu’minun Allah menjelaskan karakteristik orang beriman, yaitu:

1. Khusyuk dalam sholat. Yang dimaksud khusyuk dalam sholat:

  • mengerti bacaan-bacaan dalam sholat
  • memusatkan perhatian pada waktu sholat hanya pada Allah              serta dengan   mengikhlaskan ketaatan. (Q.S. 7:29) “Katakanlah: “Rabbku menyuruh menjalankan keadilan” dan (katakanlah): “Luruskan muka (diri)mu disetiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepadaNya…..””
  • ikhsan dalam sholat, yaitu beribadah hanya kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Sekalipun engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Ia melihat engkau (Hadist Arba’in 2)
  • Tenang dan konsentrasi

Kisah:

Di tengah melakukan shalat Ya’kub Qary, sorbannya dicuri orang (pencuri), kawannya tahu bahwa sorban tersebut milik Ya’kub, lalu kawanan pencuri itu menasehati agar mengembalikan saja, takut tertimpa musibah (akibat) do’a Ya’kub, lalu pencuri tersebut langsung mengembalikan sorban Ya’kub dan Ya’kub masih belum selesai salat. Setelah salam pencuri tersebut meminta maaf pada Ya’kub dan kata Ya’kub: “ tidak terasa bagiku siapa yang mengambil dan mengembalikan sorbanku ini.”

(Tanbihul Gafilin)

 

2. Menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan tak berguna.

  • Menjauhkan diri dari perkataan yang tidak berguna

Dari Abu Hurairah r.a. sesungguhnya Rasulullah saw telah  bersabda”Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam”(H.R. Bukhari&Muslim)

  • Menjauhkan diri dari perbuatan yang tidak berguna, yaitu dengan menjaga waktu dan umur agar jangan sia-sia.

Dari Abu Hurairah r.a. telah berkata,”Telah bersabda Rasulullah      saw:”Sebagian kebaikan keislaman seseorang adalah     meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.”

Allah mencatat seluruh perbuatan manusia di dunia, tanpa kecuali(Q.S.45:29)“(Allah berfirman):”Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang kamu kerjakan.“ dan setiap manusia akan bertanggungjawab terhadap apa yang telah diperbuatnya di dunia(Q.S. 17:36)“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.“ Satu hal yang perlu digaris bawahi yaitu, kematian yang pasti akan mendatangi kita semua, waktunya tidak dapat dimajukan atau ditunda(Q.S.10:49)“….Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya)“

 

  1. 3. Menunaikan zakat

Manfaat zakat bagi orang mukmin adalah yang pertama, membersihkan diri dari sifat kikir dan cinta yang berlebihan pada dunia (9:103)”Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka…” karena dunia ini hanyalah suatu permainan dan senda gurau(29:64)”Dan tidak adalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” yang seringkali melalaikan manusia dari kehidupan yang kekal di akhirat nanti(35:5)”Hai manusia sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali jaganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganla syaithan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah”. Kedua, menyucikan hati sehingga tumbuh sifat-sifat kebaikan dalam hati (9:103)

 

  1. 4. menjaga kemaluan dari perbuatan keji zina

Zina termasuk dosa besar dan buruk (Q.S. 17:32). Imam Ahmad berkata”Saya tidak dapat mengetahui setelah pembunuhan ada dosa besar daripada perzinaan“.

 

  1. Menahan pandangan dan memelihara kemaluan24:30-31). Barangsiapa berbuat di luar itu, Allah menyebutnya sebagai orang yang melampaui batas.

 

  1. 6. Memelihara amanat dan menepati janji

“Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga, yaitu apabila berbicara dusta, apabila berjanji ingkar, dan apabila dipercaya khianat”(H.R. Syaikhani dari Abu Hurairah r.a.)

Orang-orang yang memelihara amanat dan janjinya akan dijanjikan Allah dengan balasan surga(70:32-35)

 

  1. 7. Memelihara Sholat

Shalat adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang yang beriman(4:103). Selain itu, perintah untuk memelihara sekaligus menegakkan  sholat banyak disebutkan dalam Al-quran, diantaranya Q.S. 2:43,238; 22:41. Shalat adalah pembeda antara muslim dan musyrik kafir. Telah bersabda Rasulullah saw “Beda antara muslim dan musyrik atau kafir adalah meninggalkan sholat”(H.R. Muslim)

 

Sedangkan pada ayat 10-11, Allah memberikan balasan bagi orang-orang beriman dengan sifat-sifat di atas berupa surga firdaus. Umar r.a. meriwayatkan sebuah hadist yang Rasulullah bersabda”Telah diturunkan kepadaku 10 ayat, barangsiapa yang menegakkannya akan masuk surga”, lalu beliau membaca 10 ayat ini dari permulaan surat Al Mu’minun

 

Di dalam Ash Shahihaini, dari perkataan Hamman bin Munabih dari Abu Hurairah r.a. dia berkata,“Rasulullah saw. Bersabda,‘Rombongan yang pertama kali masuk surga, rupa mereka seperti rupa bulan pada malam bulan purnama. Mereka tidak meludah, tidak membuang ingus dan tidak buang air di sana. Bejana dan sisir mereka dari emas dan perak. Pedupaan mereka dari kayu gaharu yang harum. Keringat mereka harum seperti minyak kesturi. Setiap orang laki-laki mempunyai dua istri, yang sumsum betisnya terlihat dari balik daging karena indahnya. Mereka tidak saling bertengkar dan tidak saling marah. Hati mereka selalu bersatu, bertasbih kepada Allah sepanjang pagi dan petang“

Yang Menguatkan Iman

Rosulullah bersabada “Sesungguhnya iman itu dijadikan dalam diri seorang diantara kamu sebagaimana pakaian, maka mohonlah kepada Allah agar dia memperbaharui“. (HR Thabrani) maksudnya iman itu bisa menjadi usang dalam hati, sebagaimana pakaian.

Apa sajakah itu :

1. Menuntut ilmu, yaitu ilmu yang bermanfaat (QS 35:38)

2. Tadabbur Alquran

3. Dzikir dan fikir

4. Mengikuti halaqoh dzikir dan berkomitmen terhadapnya, rosul bersabda „Tidaklah segolongan orang duduk seraya menyebut Allah melainkan para malaikat mengelilingi mereka, rahmat meliputi mereka, ketentraman hati turun kepada mereka dan Allah menyebut mereka termasuk ke dalam golongan orang yang berada disisiNya (HR Muslim)

5. Memperbanyak amal saleh, kuncinya :

a. terburu-buru dalam beramal sholeh

b. kontinyu

c. tidak usah mempersulit diri

d. mengulang amalan yang tertinggakl dan terlupakan, sabda rosul “Barang   siapa yang tertidur hingga ketinggalan bacan wiridnya dari sbagian malam          atau dari sebagian bacaan wirid lalu dia membacanya lagi antara sholat   subuh dan sholat dhuhur , maka ditetapkan baginya seakan-akan dia             membacanya pada malam hari itu juga (HR An Nasa’i)“

e. berharap amalannya diterima Allah

6. melakukan berbagai macam ibadah wajib dan sunnah

7. dzikrul maut

8. mengingat akhirat, surga dan neraka

9. bermunajad kepada Allah, berdoa penuh kepasrahn

10. tidak tinggi angan-angan

11. saling tolong menolong dan loyal dan memusuhi orang-orang kafir (wala’ wal bara’)

12. tawadhu’, dll

 

Yang Melemahkan Iman

Fluktuasi iman adalah suatu fitrah manusia tinggal bagaimana kita menyiasatinya dengan bijak.

apa aja sih? ini dia:

1. jauh dari suasana iman dalam waku yang lama

2. jauh dari pelajaran dan teladan yang baik

3. berada dalam lingkungan yang penuh kemaksiatan

4. tenggelam dalam kesibukan dunia

5. sibuk mengurusi harta benda dan anak-anak

6. panjang angan-angan

7. berlebihan dalam makan, tidur, begadang, bergaul, dsb

 

Fenomena lemahnya iman :

1. Terjerumus dalam kemaksiatan

Suatu perbuatan yang sering dilakukan dapat membentuk kebiasaan

2. Tidak tekun dan malas-malasan beribadah

Contohnya sholat tidak khusyuk, jiwanya kosong tidak memahami isi           bacaannya

3. Memudarnya tali ukhuwah, padahal :

“Orang-orang mukmin itu bagaikan satu tubuh. Bila matanya sakit maka sakitlah seluruh tubuhnya atau bila kepalanya sakit maka sakitlah seluruh tubuhnya“ (HR Muslim)

Diskusi

Di atas telah disebutkan sifat-sifat orang yang beriman, sekarang apakah anda termasuk orang yang memiliki sifat-sifat tersebut yang membuat anda pantas masuk surga Firdaus? Bila belum, langkah apa yang dapat anda lakukan untuk mencapai hal itu?

 

Maroji‘

  1. AL Faqih Abu Laits Samarqandi, Tanbihul Ghafilin
  2. Al Quran Al Karim
  3. Novi Hardian & Tim ILNA Learning Center,Super Mentoring

 

di ambil dari Softcopy materi mentoring KSAI Al Uswah SMA Negeri 1 Yogyakarta

 
Leave a comment

Posted by on October 21, 2010 in Materi Mentoring

 

Tags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: